(678) 999-8212
[email protected]

Siklus Hidrologi – Selamat datang kembali sahabat lamosea. Kali ini penulis akan membahas tentang siklus hidrologi setelah sebelumnya membahas menganenai atmosfer beserta lapisan-lapisannya.

Air di bumi dapat berubah menjadi uap air. Siklus hidrologi memilik peran yang sangat penting karena dari proses tersebut proses daur air terjadi yang menjadikan air tidak pernah habis. Secara umum, proses daur air adalah air yang ada di bumi menuju atmosfer dan kembali ke bumi lagi secara terus menerus.

Uap air dari dari daratan dan lautan bergerak ke atas memasuki atmosfer. Setelah melalui beebrapa proses, uap air tersebut berubah menjadi awan. Kemudian awan jatuh ke bumi sebagai hujan atau salju. Titik-titik air hujan yang jatuh ke bumi sebagian meresap ke dalam tanah dan sisanya mengalir melalui sungai-sungai menuju ke laut.

Air yang jatuh ke bumi menguap kembali ke udara, berubah menajdi awan, dan seterusnya. Proses pengulangan proses tesebut dinamakan siklus air atau siklus hidrologi.

Dengan adanya siklus hidrologi, selain menjadi sumber air bumi, juga memberikan berbagai manfaat yang lainnya bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup. Manfaat yang lainnya adalah sebagai pengatur suhu lingkungan, keteraturan terjadinya hujan dan juga cuaca.

Baca juga: Lapisan Bumi Beserta Penjelasannya Lengkap Dengan Gambar

9 Tahapan Siklus Hidrologi

Berikut ini adalah pengertian 9 tahapan penting dalam siklus hidrologi.

1. Pengertian Evaporasi

Peristiwa perubahan air menjadi uap air disebut penguapan atau evaporasi. Evaporasi merupakan tahapan pertama dalam proses siklus hidrologi. Semua air yang ada di permukaan bumi seperti sunagi, sawah, waduk, danau, dan laut akan mengalami penguapan karena adanya paparan sinar matahari.

Air yang menguap dalam proses evaporasi merubah wujud air yang cair menjadi uap air yang berupa gas. Semakin panas sinar matahri yang menyinari permukaan bumi, seperti pada musim kemarau, akan mengakibatkan penguapan air ayng semakin besar pula.

2. Pengertian Transpirasi

Sebagaimana halnya evaporasi, transpirasi merupakan proses penguapan air. Namun air yang menguap adalah berasal dari makhluk hidup, baik tanaman maupun hewan.

Tahapan ini persis sebagaimana proses evaporasi. Bedanya adalah jumlah air yang menguap dari tanaman maupun hewan akan lebih sedikit dari pada yang terjadi pada proses evaporasi.

3. Pengertian Evapotranspirasi

Tahapan ini adalah gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi. Yaitu penguapan dari permukaan air bersama-sama dengan penguapan air yang  berasal dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya, sebidang sawah yang digenangi air terdapat tanaman padi. Oleh karena itu, dari sawah tersebut menjadi penguapan yang berasal dari permukaan air dan tumbuh-tumbuhan secara bersama-sama.

4. Pengertian Sublimasi

Tahapan yang satu ini adalah proses perubahan kristalkristal es yang berada di daerah kutub  atau di puncak gunung yang berubah menjadi uap air tanpa mengalami proses pencarian terlebih dahulu.

5. Pengertian Kondensasi

Kondensasi merupakan sebuah proses terjadinya perubahan uap air menjadi partikel-partikel es papda saat uap air tersebut mencapai ketinggian tertentu. Perubahan wujud yang demikian itu terjadi karena efek suhu udara yang sangat rendah. Partikel-partikel tersebut kemudian akan menyatu dan membentuk awan.

6. Pengertian Adveksi

Adveksi merupakan proses berpindahnya awan dari satu titik ke titik yang lainnya namun masih dalam satu garis horizontal. Proses berpindahnya awan tersebut dikarenakan perbedaan tekanan udara dan juga arus angin. Perpindahan yang terjadi pada saat awan sudah mulai membentuk awan hitam.

7. Pengertian Presipitasi

Tahapan presipitasi adalah proses mencairnya awan hitam yang terjadi karena pengaruh suhu udara yang tinggi. Tahap inilah merupakan proses terjadinya hujan, dimana semua partikel-partikel es yang kemudian membentuk awan hitam kembali mencair.

8. Pengertian Run Off

Run off merupakan proses pergerakan air dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah hasil dari proses presipitasi yang berwujud hujan. Air yang turun dari langit bergerak menuju berbagai saluran yang ada di permukaan bumi, seperti danau, got, sungai, sampai menuju ke laut lagi.

9. Pengertian Infiltrasi

Air hujan yang turun tidak semuanya mengalir dalam proses run off. Tahapan yang terakhir ini adalah proses masuknya air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah serta batu-batuan. Bergeraknya air ke dalam tanah sedikit-demi sedikit akan terakumulasi menjadi air tanah.

Pada tahap ini juga dapat membawa air menuju ke laut lagi meskipun pada prosesnya sangatlah lambat.

daur air

ilustrasi evaporasi, presipitasi, dan kondensasi (mikirbae.com)

Macam-Macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan panjang pendeknya proses siklus. Siklus-siklus tersebut adalah siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis siklus hidrologi.

  1. Siklus hidrologi pendek

Siklus hidrologi yang pertama akan saya bahas adalah siklus hidrologi pendek.  Siklus ini tidak mengalami proses yang namanya adveksi. Uap air yang yang menguap akan turun disekitar lautan saja.

Penjelasannya singkatnya adalah air laut mengalami proses evaporasi yaitu menguap ke udara. Kemudian uap air mengalami proses kondensasi sehingga tercipta awan. Awan tersebut kemudian berubah menjadi hujan di atas dan sekitar lautan.

Penguapan air laut – Konveksi – Kondensasi – Terbentuk awan di atas lautan – Hujan yang terjadi di lautan.

siklus pendek

ilustrasi siklus hidrologi pendek

 

  1. Siklus hidrologi sedang

Siklus hidrologi yang kedua adalah siklus sedang. Siklus jenis ini mengakibatkan hujan yang terjadi berada di atas daratan karena proses adveksi.

Secara rinci dapat dijelaskan bahwa air laut mengalami penguapan dalam proses evaporasi sehingga membentuk uap-uap air. Kemudian uap air tersebut terbawa oleh angin menuju daratan. Akhirnya uap air yang telah berubah menjadi awan turun sebagai hujan di atas daratan.

Penguapan air laut – Konveksi – Kondensasi – Terbawa angin – Kemudian hujan dan air huja tersebut mengalir kembali ke laut.

siklus sedang

ilustrasi siklus sedang

  1. Siklus hidrologi panjang

Siklus hidrologi yang terakhir adalah siklus panjang. Siklus ini biasanya terjadi di wilayah iklim sub tropis atau pegunungan. Disini, uap air yang berubah menjadi awan tidak langsung turun menjadi hujan, namun berupa butiran salju.

Penjelasan panjangnya air laut menguap karena proses evaporasi berubah menjadi awan yang didalamnya mengandung kristal es. Awan-awan tersebut kemudian mengalami presipitasi dan turun ke permukaan bumi dalam wujud salju.

Butiran-butiran salju inilah kemudian membentuk gletsyer. Ketika suhu udara berubah, gletsyer akan mencair dan terciptalah aliran air yang akan mengalir ke tempat-tempat yang rendah.

siklus panjang

ilustrasi siklus hidrologi panjang

Video Siklus Hidrologi

Berikut ini adalah video yang menjelaskan tentang ilustrasi proses terjadinya hujan. Selamat menonton.

Macam-Macam Air dan Persebarannya

Perairan darat adalah tubuh air yang ada di daratan. Macam-macam air yang termasuk perairan darat adalah air tanah, air rawa, air danau, dan air sungai.

1. Air Tanah

Air tanah adalah air yang terdapat atau tersimpan di dalam tanah. Air itu mengisi ruang antar butir tanah (pori-pori tanah) dan pada retakan-retakan batuan.

Makin besar kadar pori-pori batuan, makin besar jumlah air tanah yang dikandungnya. Hampir semua air tanah merupakan bagian dari siklus hidrologi. Hal itu berarti sebagian air air tanah berasal dari air di permukaan bumi dan air hujan.

Air tanah bergerak dangat lambat ke tempat yang lebih rendah melalui lapisan batuan. Lapisan batuan yang dapat dilalui dengan mudah oleh air tanah disebut dengan lapisan permeabel. Contoh lapisan permeabel adalah lapisan batuan yang terbetuk pasir dan kerikil.

Sebaliknya, lapisan batuan yang sulit atau tidak bisa dilalui oleh air tanah disebut lapisan kedap air atau lapisan impermeabel. Contohnya adalah batuan lempung atau batuan beku.

Namun ada sedikit air tanah yang tidak mengikuti siklus hidrologi, yaitu air connate (fossil) dan air magma (air vulkanis).

Dengan demikian, asal usul air tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga amcam, ayitu air hujan, air magmatik, dan air connate.

a. Air hujan, tetesan air hujan yang mencapai permukaan bumi, sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah.

b. Air Magmatik, merupakan air tanah yang berasal dari magma. Air tanah jenis yang satu ini juga disebut dengan air juvenil.

c. Air connate, merupakan air tanah yang tersekap atau terjebak dalam pori-pori batuan pada saat batuan itu terbentuk. Jenis air ini dapat berasal dari air tawar atau air laut dan bermineral tinggi.

2. Air Rawa

Rawa adalah tanah basah yang selalu digenangi air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari pada daerah sekitarnya.

Berdasarkan proses terbentuknya, rawa dibedakan menjadis sebagai berikut.

a. Rawa pantai

Rawa pantai berada di muara sungai. Air pada jenis rawa ini selalu mengalami pergantian karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

b. Rawa pinggiran

Rawa pinggiran sepanjang aliran sungai terjadi akibat sering meluapnya sungai tersebut. Pada saat sungai meluap air membawa mineral yang berbutiran pasir dan relatif kasar kemudian diedapkan di tepi bantaran sungai.

Pada saat banjir surut, butiran kasar tersebut tidak dapat terangkat lagi karena kesurutan air sungai tidak sederas ketika banjir.

c. Rawa Abadi

Rawa abadi merupakan  rawa yang airnya selalau menggenang atau terjebak dalam sebuah cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air hujan yang tertampung dalam rawa hanya dapat menguap tanpa  ada aliran yang berarti.

Di rawa ini hampir tidak ada organisme yang dapat hidup karena airnya sangat masam sehingga kurang berguna bagi kehidupan.

3. Air Danau

Danau adalah cekungan di daratan yang tereisi air. Air danau berasal dari sungai, hujan, gletsyer, dan mata air. Danau yang memiliki saluran pembuangan, airnya tawar, Sedangkan danau yang tidak memiliki salauran pembuangan airnya asin. Contohnya danau Laut Mati di Yordania.

Jenis Jenis Danau

danau toba

danau toba (pixabay.com)

Danau dapat dibedakan menjadi beberapa, yaitu.

Jenis danau berdasarkan proses pembuatannya

a. Danau alami adalah danau yang terbentuk secara alami. Misalnya Danau Toba (Sumatera), Danau Towuti (Sulawesi), dan Danau Sentani (Papua).

b. Danau buatan adalah danau yang dibuat oleh manusia. Danau buatan sering disebut sdengan waduk. Contohnya adalah waduk Kedungombo, waduk Saguling, waduk Karangkates, dan lain-lain.

Jenis danau menurut proses terjadinya

a. Danau tektonik adalah danau yang terbentuk karena tenaga tektonik atau tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan pergeseran kulit bumi. Contohnya adalah Danau Toba dan Danau Tondano.

b. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk karena letusan gunung api. Lokasi bekas letusan membentuk cekungan dan kemudian terisi oleh air. Contohnya adalah Danau Sarangan (Jawa Timur), Danau Kelimutu (Flores), dan Danau Batur (Bali).

c. Danau vulkano-tektonik adalah danau terbentuk karena proses vulkanik dan tektonik secara bersama-sama. Contohnya adalah danau Toba.

d. Danau Bendungan adalah danau yang terbentuk karena air yang terbendung, baik secara alami maupun oleh manusia. Danau yang terbentuk karena dibendung oleh manusia biasanya disebut waduk atau bendungan.

e. Danau Gletsyer adalah danau yang terbentuk karena es yang mencair. Pada saat gletsyer mencair dan meluncur ke bawah, gletsyer tersebut mengikis batuan yang dilalui sehingga terbentuklah cekungan. Jika cekungan itu terisi air maka terbentuklah danau.

f. Danau Karst adalah danau yang terbentuk karena pelapukan batuan kapur. Di daerah Karst (kapur), banyak dijumpai cekungan. Cekungan tersebut berasal dari pipa karst yang bertambah lebar karena pelapukan kimiawi.

4. Air Sungai

Air hujan yang turun menggenang di permukaan bumi dan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Aliran air itu melewati lekukan atau alur menuju laut. Alur air semacam itu dinamakan sungai.

Bagian sungai yang dekat dengan mata air disebut dengan bagian hulu. Sedangkan bagian sungai yang dekat muara suangai disebut dengan hilir.

Sungai ibarat sebuah pohon yaitu memiliki cabang-cabng yang lebih kecil dari pada pohon induknya. Cabang-cabang sungai tersebut disebut dengan anak sungai.

Pada dasarnya, air sungai berasal dari mata air di daerah pegunungan yang mengalir melelui dataran rendah dan bermuara ke laut. Namun ada juga yang bermuara ke danau. Khusus di daerah kapur, aliran sungai kadang-kadang ,menghilang karena aliran airnya masuk ke dalam tanah.

Lapisan Atmosfer – Di planet bumi yang kita tinggali ini terdiri dari bermacam-macam lapisan yang menyelimutinya. Pada artikel sebelumnya di blog ini telah dibahas mengenai lapisan bumi atau biasa disebut dengan lapisan kulit bumi.

Di artikel kali ini saya akan mengulas habis tentang atmosfer beserta lapisan-lapisannya secara lengkap. Mulai dari pengertian atmosfer itu sendiri, lapisan-lapisan atmosfer, manfaat dan fungsi adanya atmosfer, dan lain sebagainya.

Pengertian Lapisan Atmosfer

Bagi sebagian kalian mungkin sudah tahu apa itu yang dinamakan atmosfer. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 560 km. Udara merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup yang ada di muka bumi.

Pada zaman dahulu, penelitian mendalam tentang atmosfer dimulai untuk memecahkan sebuah kasus permasalahan cuaca. Selain itu juga untuk meneliti bintang yang terlihat berkelap-kelip, fenomena proses pembiasan oleh cahaya matahari pada waktu terbit di pagi hari dan tenggelam di sore hari.

Penelitian yang dilakukan pada masa itu adalah menggunakan sebuah alat tertentu yang sangat sensitif terhadap segala fenomena-fenomena yang terjadi yang dipasang di wahana luar angkasa.

Atmosfer bumi memiliki kandungan utama yang terdiri dari campuran berbagai gas, yaitu nitrogen (78,17 %), oksigen (20,97%), argon (0,9%), dan sejumlah kecil gas yang lainnya. Secara rincinya akan saya jelaskan pada bagian selanjutnya.

Secara umum, atmosfer bumi melindungi segala kehidupan di dalam bumi dari paparan langsung sinar ultra violet dan radiasi sinar matahari. Atmosfer dapat menjadi penyerap sehingga dapat mengurangi suhu ekstrem yang bisa terjadi di bumi.

Atmosfer tersusun dari berbagai lapisan yang saling beurutan menyelimuti bumi ini. Lapisan atmosfer dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

Baca juga: Lapisan Bumi Dengan Penjelasan dan Gambarnya (LENGKAP)

Lapisan atmosfer berdasarkan temperaturnya

lapisan atmosfer

lapisan atmosfer (medium.com)

Berdasarkan temperaturnya, lapisan atmosfer terdiri atas lima bagian, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

1. Troposfer

lapisan troposfer

ilustrasi lapisan troposfer (pixabay.com)

Troposfer adalah lapisan udara yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan terendah dari semua lapisan atmosfer yang ada. Di atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai ketinggian 19 km. Sedangkan diatas kutub mencapai ketinggian 8 km.

Di dalam lapisan troposfer merupakan tempat segala jenis cuaca, segala perubahan suhu, hembusan angin, tekan dan kelembapan yang bisa secara langsung kita rasakan. Oleh karena itu di lapisan inilah letak terjadinya peristiwa cuaca, mulai dari hujan, angin, salju, kemarau, dan lain sebagainya.

Karakteristik lapisan troposfer adalah sebagai berikut.

  1. Temperatur makin turun seiring dengan bertambahnya ketinggian. Tiap naik 100 m, temperatur udara berkurang 0,60
  2. Di dalam lapisan troposfer terdapat gejala cuaca seperti terjadinya hujan, angin, halilintar, munculnya pelangi, dan halo. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting bagi kehidupan di bumi.

Puncak troposfer dibatasi oleh lapisan tropopause, yaitu lapisan pembatas antara troposfer dan stratosfer. Puncak troposfer memiliki temperatur mencapai minus 600 C.

2. Stratosfer

lapisan stratosfer

ilustrasi pesawat sedang terbang di lapisan stratosfer (pixabay.com)

Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian 50 km. Di dalam lapisan ini angin berhembus sangat kencang dan memiliki pola aliran tertentu. Di stratosfer merupakan tempat terbangnya pesawat.

Di dalam stratosfer terdapat lapisan yang sangat penting, yaitu lapisan ozon. Ozon merupakan gas yang mengandung banyak unsur kimia dan bersifat racun bagi makhluk hidup.

Secara umum, di dalam lapisan stratosfer inilah sinar ultra violet disaring dan diserap karena mengandung lapisan ozon yang sampai sekitar 90%. Sehingga sinar ultra violet yang masuk kedalam permukaan bumi tidak berlebihan yang dapat menyebabkan banyak kerugian.

Lapisan ini dibagi lagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan isothermal dan lapisan inversi.

  1. Lapisan isothermal berasal dari kata iso yang berarti sama dan term yang berarti panas. Artinya adalah temperatur udaranya tetap, yaitu sekitar -600 Lapisan ini terdapat pada ketinggian 11-20 km.
  2. Lapisan invesi terdapat pada ketinggian 20-50 km. Makin keatas temperaturnya makin meningkat dan pada ketinggian 50 km temperaturnya masih dibawah beku (-50 C). Kenaikan temperatur udara pada lapisan ini karena terdapat gas ozon. Puncak stratosfer di batasi oleh lapisan stratopause, yaitu batas antara stratosfer dan mesosfer.

3. Mesosfer

ilustrasi meteor yang bergesekan dengan lapisan mesosfer (pixabay.com)

Ketinggian mesosfer antara 50-85 km dengan ciri makin ke atas, temperatur udara makin rendah. Setiap kenaikan 1000 m, temperatur udara turun 2,50-30 C. pada mesosfer bagian atas, temperaturnya mencapai -900 C. Puncak mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause.

Pada bagian lapisan yang satu ini merupakan bagian yang dapat mengikis benda-benda langit yang masuk ke dalam permukaan bumi. Diantaranya adalah komet, meteor, debu angkasa, atau benda-benda asing angkasa yang lainnya.

Proses pengikisan benda-benda tersebut adalah dengan terkikis sedikit demi sedikit dan terbakar karena bergesekan dengan udara yang terkandung di dalam lapisan ini.

Bisa kita ambil kesimpulan bahwa di lapisan atmosfer inilah menjadi benteng perlindungan pertama muka bumi dari ancaman benda-benda asing luar angkasa sebagaimana yang sudah disebutkan tadi.

Namun  jika benda asing luar angkasa tadi memiliki ukuran yang sangat besar, lapisan atmosfer ini sifatnya dapat mengurangi ukuran benda tersebut hingga menjadikannya tidak terlalu berdampak yang terlalu besar ketika sampai ke muka bumi.

4. Termosfer

lapisan atmosfer

aurora yang terbentuk di dalam lapisan termosfer (pixabay.com)

Lapisan ini terletak pada ketinggian 85-500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini dinamakan juga lapisan panas (hot layer). Karena pada lapisan ini terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi.

Temperatur lapisan ini 90-5000 C. Tinggi temperatur tersebut disebabkan molekul oksigen mengabsorpsi (menyerap) radiasi energi surya. Radiasi ini mengakibatkan sebuah reaksi kimia yang membentuk lapisan bermuatan listrik.

Sebelum satelit dikenal, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio. Karena lapisan atmosfer ini dapat memantulkan gelombang radio.

5. Eksosfer

Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang terletak paling luar. Lapisan eksosfer berada pada ketinggian 500 km ke atas. Pada lapisan ini, molekul-molekul udara bergerak dengan cepat dan pengaruh gaya  grafitasi bumi sudah jauh berkurang. Sehingga gesekan-gesekan benda diudara sudah jarang terjadi. Pengaruh angkasa luar sudah terasa.

lapisan atmosfer

ilustrasi lapisan atmosfer (commons.wikimedia.org)

Lapisan atmosfer berdasarkan jenis dan kondisi gas

Berikut ini adalah lapisan atmosfer berdasarkan jenis dan kondisi gas.

1. Lapisan Ozon (ozonosfer)

Lapisan ozon terdapat pada ketinggian 15-35 km. Ozon terdapat pada seluruh atmosfer bagian bawah, tetapi kebanyakan gas ini terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15-35 km. Ozon sendiri tidak stabil karena sudah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen (O).

Secara alamiah pada ketinggian 15-35 km terjadi pembentukan dan penguaraian ozon dari oksigen diatomik dan monotomik dengan bantuan (penyerapan) radiasi ultraviolet.

Lapisan ozon adalah penyerap utama radiasi sinar ultraviolet. Sehingga, ketika sinar ultraviolet sampai di permukaan bumi tidak berbahaya bagi makhluk hidup. Jika radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi maka dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan bagi manusia, serta dapat menimbulkan gangguan generatif dan produktivitas tumbuhan dan hewan.

Lapisan ozon mengalami kerusakan karena gas CFC (Chloro Fluoro Carbon), yaitu gas untuk bahan pendingin AC, kulkas, dan hairspray. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan terbentuknya daerah minim (tanpa) O3 sehingga lapisan ini seolah-olah berlubang dan dinamakan lubang ozon.

Akibatnya, suhu udara dibumi bertambah panas dan mengakibatkan gangguan iklim.

2. Lapisan Ionosfer

Lapisan ionosfer berada pada ketinggian 60-600 km. Ionosfer terdiri atas atom-atom dan molekul yang kehilangan satu atau lebih elektron sehingga terbentuk ion. Oleh karena itu, lapisan ini dinamakan lapisan ionosfer. Lapisan ini sangat bermanfaat di bidang komunikasi karena lapisan ionosfer dapat memantulkan kembali gelombang radio. Ionosfer terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan D, lapisan E, dan lapisan F.

  1. Lapisan D ; berada pada ketinggian 60-120 km. Lapisan ini memantulkan kembali gelombang AM ke bumi.
  2. Lapisan E ; berada pada ketinggian 120-180 km. Lapisan ini juga memantulkan kembali gelombang AM.
  3. Lapisan F ; berada apda ketinggian 180-600 km. Lapisan ini memantulkan kembali gelombang pendek.

Kandungan Lapisan Atmosfer

Di awal artikel sudah sedikit disinggung mengenai gas-gas yang terkandung dalam lapisan atmosfer. Campuran gas yang terkandung dalam atmosfer secara rinci adalah sebagai berikut.

Gas

Simbol

Volume %

Nitrogen

N2

78,08

Oksigen

O2

20,95

Argon

Ar

0,93

Karbondioksida

CO2

0,035

Neon

Ne

0,0018

Methan

CH4

0,00017

Helium

He

0,0005

Hidrogen

H2

0,00005

Xenon

Xe

0,000009

Ozon

O3

0,000004

Tabel diatas menunjukkan bahwa nitrogen dan oksigen merupakan bagian terbesar gas yang terdapat pada lapisan atmosfer. Jumalah totalnya mencapai 99,03%. Sisanya adalah berbagai gas yang berjumalah sangat kecil.

Walaupun berjumlah sangat kecil, beberapa gas mempunyai peran yang sangat penting bagi kehiudpan makhluk hidup di bumi. Misalnya adalah ozon dan karbondioksida.

Fungsi Lapisan Atmosfer

Setelah tuntas membahas seluruh lapisan atmosfer, mari kita bahas fungsi dan manfaat atmosfer bagi bumi. Fungsi-fungsi dari lapisan atmosfer adalah sebagai berikut.

1. Atmosfer berperan dalam sebuah proses perdistribusian air ke berbagai wilayah yang ada di muka bumi. Peristiwa tersebut biasa disebut dengan siklus hidrologi. Dalam hal ini peran atmosfer adalah sebagai penampung dan penyimpan uap air yang menguap karena terpapar oleh sinar matahari.

2. Sebagai benteng bagi bumi untuk mengurangi efek berbahaya radiasi sinar ultra violet yang dipancarkan oleh matahari. Sedangkan di malam harinya berfungsi sebagai pengatur suhu di bumi agar selalu stabil.

3. Sebagai benteng bagi bumi dari benturan-benturan yang disebabkan oleh benda-benda angkasa. Ketika ada benda angkasa yang masuk menuju permukaan bumi, atmosfer berperan sebagai benteng pertahanan. Sehingga kemungkinan benda-benda langit tersebut sudah hancur sebelum masuk ke permukaan bumi.

4. Sebagai sumber oksigen dan karbon dioksida. Oksigen memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Sedangkan kaorbon dioksia berperan untuk tumbuh-tumbuhan untuk memproduksi makanan melalui proses fotosintesis. Dari proses fotosintesis tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.

5. Sebagai pengatur lalu lintas satelit bumi, baik satelit alami bumi yang berupa bulan maupun satelit-satelit buatan.

6. Membantu proses penyebaran spora tumbuhan.

7. Sebagai perantara gelombang suara.

8. Sebagai pembangkit listrik. Yaitu pembangkit listrik tenaga angin yang terkandung dalam atmosfer.

9. Dan lain sebagainya.

 

 

Jenis Jenis Tanah – Tanah merupakan tempat kita semua berpijak di muka bumi ini. Tanah menjadi salah satu penunjang semua makhuk di muka bumi dalam menunjang kehidupannya. Bagi tanaman, tanah menjadi tempat hidup dan dapat menyediakan unsur hara, nutrisi, dan air di bumi.

Selain sebagai tempat berpijak, tanah menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme, baik yang ada di muka bumi maupun di dalam tanah itu sendiri.

Asal usul tanah adalah bentukan dari proses pelapukan batuan yang mendapat bantuan oleh berbagai organisme yang akhirnya memebentuk sebuah tekstur yang unik. Dalam prosesnya, tanah akan membentuk lapisan-lapisan yang kemudian dapat menutupi seluruh permukaan bumi.

Di Indonesia, banyak sekali jenis tanah yang bisa ditemukan. Berikut ini adalah jenis-jenis tanah beserta penjelasannya secara singkat.

Jenis Tanah Organosol atau Tanah Gambut

jenis tanah organosol

contoh jenis tanah organosol (8villages.com)

Jenis tanah ini berasal dari pelapukan atau pembusukan bahan induk organik dari hutan rawa. Tanah di hutan rawa memiliki ciri-ciri dan sifat berupa tidak terjadi diferensiasi horizon secara jelas. Ciri yang lain adalah memiliki ketebalan lebih dari 0,5 m, berwarna coklat hingga kehitaman, bertekstur debu lempung, tidak berstruktur, dan konsistensi tidak lekat dan agak lekat.

Umumnya tanah ini bersifat sangat asam (pH = 4,0) dan memiliki unsur hara rendah.

Berdasarkan persebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis jenis tanah gambut tersebut adalah.

  • Gambut Ombrogen

Jenis tanah yang satu ini tersebar di daerah dataran pantai Sumbawa yang memiliki ketebalan 0,5 m -16 m. Tanah gambut ombrogen terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa. Tanah ini memiliki ciri selalu tergenang air dan bersifat asam.

Persebaran tanah ini adalah di daerah dataran pantai sumatera, Kalimantan, dan papua.

  • Gambut Topogen

Jenis tanah gambut topogen banyak terbentuk di daerah cekungan antara rawa-rawa di daerah daratan rendah ataupun di pegunungan. Sumber pembentuk tanah ini berasal dari sisa tumbuhan rawa dan memiliki ketebalan antara 0,5 m – 6 m. Sifat tanah ini agak asam dan memiliki kandungan unsur hara yang relatif lebih tinggi.

Persebaran tanah ini antara lain di Rawa Pening (Jawa Tengah).

  • Gambut Pegunungan

Jenis tanah ini terbentuk di daerah topografi pegunungan. Tanah ini berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang hidupnya seperti di daerah sedang. Contohnya adalah di daerah dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah).

Berdasarkan susunan kimianya, jenis jenis tanah gambut pegunungan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Gambut Eutrof : Tanah ini memiliki sifat agak asam, kandungan O2 (oksigen) lebih tinggi, dan mempunyai kandungan unsur hara yang relatif lebih tinggi.
  • Gambut Oligotrof : Tanah gambut jenis ini memiliki sifat sangat asam, mengandung kurang O2 , kurang unsur hara, dan selalu tergenang air.
  • Gambut Mestrof : Tanah ini merupakan peralihan antara eutrof dan oligotrof.

Jenis Tanah Alluvial

tanah alluvial

contoh tanah alluvial (amuzigi.com)

Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk alluvium, tekstur beraneka, belum berbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH beraneka, dan kesuburan umumnya sedang hingga tinggi.

Persebarannya terdapat di daerah dataran alluvial sungai, dataran alluvial pantai, dan daerah cekungan.

Jenis Tanah Regosol

jenis tanah regosol

contoh tanah regosol (campusnancy.blogpot.com)

Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami deferensiasi horizon, bertekstur pasir, strukur berbutir tunggal, konsistensi lepas, pH-nya netral, kesuburan sedang, dan berasal dari bahan induk material vulkanis piklastik atau pasir pantai.

Persebarannya di daerah lereng vulkan muda, daerah beting pantai, dan gumuk pasir pantai.

Jenis Tanah Litosol

jenis tanah litosol

contoh tanah litosol (hedisasrawan.blogspot.com)

Litosol merupakan tanah mineral dengan sedikit perkembangan profil. Batuan induknya adalah batuan beku yang berasal dari hasil letusan gunung berapi dan batuan sedimen yang mengalami proses pelapukan. Tanah ini memiliki solum tanah dangkal (< 30 cm), bahkan kadang-kadang merupakan singkapan batuan induk (outcrop).

Tanah litosol memiliki tekstur bermacam-macam. Pada umumnya tanah ini bertekstur pasir dan tidak berstruktur. Selain itu mengandung banyak sekali batu, kerikil, dan memiliki tingkat kesuburan yang bervariasi.

Litosol dapat dijumpai di segala iklim, umumnya terdapat di daerah bertopografi berbukit, pegunungan, dan kemiringan lereng miring hingga curam.

Jenis Tanah Latosol

Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi deferensisai horizon. Tanah jenis ini termasuk yang memiliki solum tanah tebal bahkan sangat tebal. Pada umumnya memiliki tekstur lempung atau liat, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur hingga agak teguh, dan mememiliki warna cokelat, merah hingga kuning.

Tanah latosol tersebar di daerah beriklim basah yang memiliki curah hujan >300 mm/tahun, ketinggian tempat berkisar 300-1000 m, batuan induk tur, material vulkanik, batuan breksi, dan batuan beku intrusi.

Jenis Tanah Grumusol

Jenis tanah ini berasal dari batu kapur, mergel, dan batuan lempeng atau tuff vulkanik bersifat basa sehingga mengakibatkan tidak ada aktifitas organik di dalamnya.

Grumusol merupakan tanah mineral yang telah memiliki perkembangan profil dan agak tebal. Tanah ini memiliki tekstur lempung berat, struktur kersai (granural) di lapisan atas dan gumpal hingga pejal di lapisan bawah.

Konsistensi jika basah sangat lekat dan plastis jika kering menjadi kering dan sangat keras hingga tanah retak-retak. Umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, kapasitas absorbs tinggi, permeabilitas lambat, dan peka terhadap erosi.

Tanah grumusol memiliki kandungan organik yang termasuk rendah. Semakin dalam lapisan tanah semakin sedikit pula kandungan organik yang ada.

Persebaran tanah grumusol adalah di daerah iklim subhumid atau subarid dengan curah hujan <2500 mm/tahun.

Jenis Tanah Podsoil Merah kuning

Tanah ini terbentuk dari hasil curah hujan yang sangat tinggi dan suhu yang sangat rendah sekali.

Tanah mineral ini telah berkembang yang memiliki lapisan tanah atau solum datar dan memiliki tekstur lempung hingga berpasir. tanah PMK (podsoil merah kuning) memiliki struktur gumpal, konsistensi lekat, dan bersifat agak asam (pH <5,5).

Tingkat kesuburan tanah jenis ini mulai dari rendah hingga sedang, berwarna merah hingga kuning, kejenuhan basa rendah, dan peka terhadap erosi.

Tanah ini berasal dari batuan pasir kwarsa, tuff vulkanis bersifat asam, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, dn curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun.

Jenis Tanah Podsol

Tanah jenis ini mempunyai perkembangan profil, susunan horizon terdiri atas horizon A2 dan B2 yang jelas. Tekstur tanah ini lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kwarsanya tinggi, sangat masam, kesuburan rendah, dan peka terhadap erosi.

Batuan induknya berupa batuan pasir dengan kandungan kwarsa yang tinggi, batuan lempung dan tuff masam subresen.

Persebaran jenis tanah ini terdapat di daerah beriklim basah yang memiliki curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun tanpa bulan kering, dan topografi pegunungan. Contoh persebarannya di daerah Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.

Jenis Tanah Andosol

Andosol merupakan jenis tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil dan solum agak tebal. Tanah ini memiliki warna coklat kelabu hingga hitam. Selain itu, tanah andosol memiliki kandungan bahan organik tinggi. Tanah ini bertekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur, dan bersifat licin berminyak.

Jenis tanah andosol kadang-kadang perpadas lunak, agak asam, kejenuhan basa tinggi, daya absorbsi sedang, kelembapan tinggi, permeabilitas sedang, dan peka terhadap erosi. Tanah ini berasal dari batuan induk abu atau tuff vulkanik.

Jenis Tanah Mediteran Merah Kuning

tanah mediteran merah kuning

contoh tanah mediteran merah kuning (tsuco-indonesiablogspot.com)

Tanah ini telah mengalami perkembangan profil, solum sedang hingga dangkal. Tanah ini berwarna coklat hingga merah. Jenis tanah ini mempunyai horizon B agrilik, tekstur geluh hingga lempung, struktur gumpal bersudut, konsistensi teguh, dan lekat jika basah.

Tanah mediteran merah kuning mempunyai pH netral hingga agak basa, kejenuhan basa tinggi, daya absorbsi sedang, permeabilitas sedang, dan peka terhadap erosi.

Bahan induk berasal dari batuan kapur keras (limestone) dan tuff vulkanik bersifat basa. Persebarannya terdapat di daerah beriklim subhumid, bulan kering nyata, curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun, daerah pegunungan lipatan, topografi karts, lereng vulkanik, dan ketinggian di bawah 400 meter.

Jenis Tanah Hidromorf Kelabu (Gleisol)

tanah hidromorf kelabu

contoh tanah hidromorf kelabu (saktidesain.com)

Jenis tanah ini perkembangannya dipengaruhi oleh faktor lokal, yaitu topografi yang merupakan dataran rendah atau cekungan. Tanah jenis ini hampir selalu tergenang air dan memiliki solum tanah sedang. Ciri-ciri yang lain adalah memilik warna kelabu hingga kekuningan, tekstur geluh hingga lempung, struktur berlumpur hingga massif, konsistensi lekat, dan bersifat asam (pH 4,5-6,0).

Ciri kelas tanah ini adanya lapisan glei continue yang memiliki warna kelabu pucat pada kedalaman kurang dari 0,5 meter akibat dari profil tanah yang selalu jenuh air. Persebarannya di daerah beriklim humid hingga subhumid, sedangkan curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun.

Jenis Tanah Sawah (Paddy Soil)

tanah sawah

contoh tanah sawah (depositphotos.com)

Tanah sawah diartikan tanah yang karena sudah lama (ratusan tahun) di persawahkan dan memperlihatkan perkembangan profil khas yang menyimpang dari tanah aslinya.

Penyimpangannya antara lain berupa terbentuknya lapisan bajak yang hampir kedap air disebut padas olah, sedalam 10-15 cm dari muka tanah dan setebal 2-5 cm.

Di bawah lapisan bajak tersebut umumnya terdapat lapisan mangan dan besi, tebalnya bervariasi, antara lain tergantung dari permeabilitas tanah.

Lapisan tersebut dapat menjadi lapisan padas yang tidak tembus perakaran, terutama bagi tanaman semusim. Lapisan bajak tampak jelas pada tanah latosol, mediteran, dan regosol yang tampak samar-samar pada tanah aluvial dan grumosol.

Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

Batuan yang telah lapuk, secara perlahan-lahan akan terkikis dan dipindahkan ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Beberapa jenis tenaga eksogen yang bisa mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk adalah air, angin, dan gletsyer.

Proses pengikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan ininlah yang dimaksud dengan erosi.

Apabila material yang terkikis dan terangkut (erosi) seimbang dengan proses pelapukan batuan, peristiwa tersebut dinamakan erosi alamiah atau erosi geologis. Erosi geologis tidak menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana alam yang parah.

Berikut ini adalah beberapa jenis erosi.

  1. Erosi oleh air

Erosi yang disebabkan oleh air dapat dikategorikan menjadi sebagai berikut.

a. Erosi percikan

Erosi yang disebabkan oleh tenaga tetesan air hujan yang memecahkan agregat tanah.

b. Erosi Permukaan

Erosi yang disebabkan oleh pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah permukaan yang disebabkan oleh aliran air di permukaan tanah.

Air yang mengalir di permukaan tanah akan mampu menghanyutkan butiran-butiran tanah yang dibawa ke tempat yang lebih rendah. Erosi permukaan akan mengangkut unsure-unsur hara yang terdapat di permukaan tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus.

c. Erosi Alur

Aliran air di permukaan tanah akhirnya akan terkonsentrasi ( terkumpul) pada suatu tempat dan membentuk aliran yang lebih besar. Aliran air yang mengumpul tersebut mampu mengikis tanah (batuan) sehingga terbentuklah alur-alur aliran air.

d. Erosi parit

Apabila aliran air pada erosi alur cukup deras serata melalui batuan ayng lunak dan memiliki kemiringan lereng yang besar, aliran air tersebut membuat alur-alur yang dalam dan lebar sehingga membentuk parit-parit dengan kedalaman lebih dari 1 meter dan berbentuk huruf U atau V.

e. Erosi Tebing

Apabila aliran air sudah berada dalam alur sungai, aliran air akan mengikis tebing sungai. Di dataran rendah, bagian sungai yang terkikis adalah bagian kiri atau kanan tebing (erosi lateral).

Akibatnya akan terjadi pembelokan sungai dan selanjutnya membentuk meander. Jika kanan kiri sungai terdapat tanggul buatan, erosi lateral menjebol tanggul dan mengakibatkan banjir.

Di dataran tinggi, bagian sungai yang terkikis adalah dasar sungai sehingga makin lama sungai akan makin bertambah dalam.

f. Erosi Air Terjun

Aliran air yang melewati lereng yang tegak atau curam akan menyebabkan air terjun. Air terjun akan menyebabkan terjadinya erosi vertical dan lokasi air terjun akan bergerak mundur.

g. Erosi Gelombang Air Laut (Abrasi)

Gelombang air laut yang terus menerus menabrak pantai, baik pantai yang curam maupun pantai yang landai, dapat menghancurkan pantai tersebut.  Gelombang air laut dapat menghancurkan sawah, tambak, bahkan desa. Seperti yang banyak terjadi di daerah pantai utara Jawa dan pantai timur Sumatera.

Gelombang air laut juga dapat menghancurkan batu-batuan yang keras sehingga terbentuk gua-gua di pantai.

  1. Erosi yang disebabkan oleh angin

Proses pengikisan batuan oleh angin disebut dengan deflasi. Erosi angin terjadi di daerah kering dan gurun pasir. Angin yang kencang di daerah kering atau daerah gurun mampu menerbangkan debu dan mengangkat butir-butir pasir.

  1. Erosi Gletsyer

Di daerah kutub dan di puncak-puncak pegunungan yang tinggi, tumpukan salju yang mencair akan menuruni lereng dan mengikis batuan yang dilaluinya. Material hasil kikisan akan diendapkan di daerah ujung gletsyer.

  1. Gerak massa batuan

Berbagai bentuk dan jenis batuan yang terdapat di muka bumi dapat berpindah tempat secara massal (secara besar-besaran) ke tempat yang lebih rendah. Perpindahan massa batuan secara massal tersebut terutama disebabkan oleh pengaruh gravitasi. Penjelasan lengkap mengenai gerak massa batuan telah kami bahas di artikel sebelumnya.

Lapisan Bumi – Bumi adalah salah satu planet yang terdapat dalam sistem tata surya di dalam galaksi Bima Sakti.  Planet yang memiliki julukan planet biru ini terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu.

Bumi memiliki struktur yang mirip seperti telur. Yaitu kuning telur, putih telur, dan cangkang telur. Kuning telur menggambarkan lapisan bumi inti, putih telur menggambarkan selubung, dan cangkangnya adalah kerak.

lapisan bumi

ilustrasi lapisan bumi (informazone.com)

Simak Video Animasi Tentang Lapisan Bumi

Lapisan Bumi Inti

Sebagian besar inti bumi terdiri atas nikel dan besi. Oleh karena itu, inti bumi sering disebut sebagai lapisan nife yang berarti niccolum (bikel) dan ferrum (besi).

Inti bumi terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan inti dalam yang padat dan lapisan inti luar yang cair. Jari-jari inti bumi kira-kira 3.470 km dan batas terluarnya kira-kira 2.900 km dibawah permukaan bumi.

Lapisan Bumi Mantel atau selubung

Di atas inti bumi terdapat selubung yang bersifat plastis, memiliki ketebalan 2.900 km. Selubung terbagi dalam dua lapisan. Yang pertama yaitu selubung bawah yang lebih padat karena besarnya tekanan pada kedalamanitu. Dan yang kedua adalah selubung atas atau luar yang agak lunak, seperti aspal jalan pada siang hari.

Lapisan Bumi Kerak

Kerak bumi memiliki ketebalan 5 kilometer di lantai samudera hingga 70 kilometer di bawah barisan pegunungan. Kerak bumi terdiri dari dua lapisan, yaitu kerak benua dan kerak samudera.

1. Kerak benua

Kerak benua memiliki lapisan yang lebih tebal dibandingkan kerak samudera. Lapisan atas pada kerak ini adalah berupa batuan granit. Sedangkan lapisan bawahnya merupakan batuan basal yang lebih rapat.

2. Kerak samudera

Kerak samudera merupakan sedimen yang mempunyai ketebalan 800 meter. Kerak samudera yang terus dibentuk oleh letusan gunung api sepanjang celah-celah bawah laut disebut pematang tengah samudera.

Penyusun kulit bumi

Permukaan bumi yang tidak rata disebabkan oleh gaya atau tenaga yang berasal dari dalam bumi dan tenaga yang berasal dari luar bumi.

Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut dengan tenaga endogen. Sedangkan tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen.

Tenaga Endogen

Secara garis besar, tenaga endogen dikelompokkan menjadi tiga, yaitu vulkanisme, seisme, dan diastropisme. Vulkanisme adalah berkaitan dengan magma. Seisme berkaitan dengam gempa bumi. Dan diastropisme berkaitan dengan pergeseran lapisan kulit bumi.

a. Vulkanisme

lapisan bumi

vulkanisme (pixabay.com)

Vulkanisme adalah gejala-gejala yang berkaitan dengan keluarnya magma dari dari perut bumi ke atas permukaan bumi.

1. Instrusi, Ekstrusi, dan dampaknya bagi kehidupan

Magma yang menerobos dari dalam bumi menuju permukaan bumi berasal dari dapur magma. Magma yang membeku di dalam bumi dengan massa yang besar disebut batolit. Di dalam dapur magma, suhu sangat tinggi. Namun, semakin ke atas, suhu magma akan menjadi dingin dan semakin dingin.

Magma yang menerobos keluar permukaan namun belum sampai ke permukaan bumi disebut instrusi magma. Sedangkan magma yang sampai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Proses ekstrusi magma disebut dengan erupsi. Kemudian magma yang keluar ke permukaan bumi disebut lava yang berupa cairan.

Magma yang membeku akan berubah menjadi batuan beku. Berikut ini adalah tiga jenis batuan beku, yaitu batuan beku luar, batuan beku sela (gang/korok), dan batuan beku dalam.

a. Batuan beku luar (batuan beku ekstrusif)
batuan beku luar

contoh batuan beku luar (petrologi.com)

Batuan beku luar terbentuk dari magma yang keluar dan proses pembekuannya ada di permukaan bumi. Proses pendinginan magma berlangsung sangat cepat sehingga seluruh batuan mengalami pembekuan yang merata.

Ketika pembekuan berlangsung sangat cepat, maka gas-gas yang ada dalam batuan tidak sempat keluar. Batuan yangterbentuk adalah batu apung. Contoh batuan apung adalah obsidian, riolit, trakit, andesit, dan basalt.

b. Batuan beku sela
batuan beku sela

contoh batuan beku sela atau korok (petrologi.com)

Batuan baku sela, atau yang biasa disebut batuan beku korok dan gang, terbentuk di sela-sela lapisan kulit bumi. Proses pendingan magma di bagian ini berlangsung agak cepat namun tidak terlalu lambat yang menyebabkan sebagian massa magma mengalami pembekuan dan sebagian lagi mengalami proses pengkristalan.

Batuan beku sela ini disebut dengan batuan porfir atau porfiris. Contoh batuan beku sela adalah granit, gabro, dasit, dan diorit.

c. Batuan beku dalam
batuan beku dalam

contoh batuan beku dalam (petrologi.com)

Batuan beku dalam adalah pembekuan magma yang terjadi di dalam bumi. Di dalam bumi, proses pendinginan magma sangatlah lambat. Yang terjadi disini adalah proses pengkristalan. Oleh karena itu salah satu ciri batuan dalam adalah berupa Kristal-kristal besar atau disebut holokristalin.

2. Bentuk gunung Api
gunung api

gunung api (pixabay.com)

Menurut bentuknya, gunung api digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu gunung api perisai, gunung api strato, dan gunung api maar.

a. Gunung api perisai

Gunung api perisai berbentuk seperti perisai atau tameng. Gunung api ini memiliki lereng yang sangat landai. Material yang dikeluarkan ketika terjadi erupsi biasanya berupa lava yang sangat cair. Contoh gunung api perisai adalah Gunung Manoa Loa di Hawaii.

b. Gunung api strato

Gunung api strato berbentuk seperti kerucut. Material yang dikeluarkan ketika terjadi erupsi adalah berupa lava cair dan lava kental yang keluar berselang seling. Akibat yang ditimbulkan adalah material akan menumpuk di puncak gunung sehingga gunung yang semacam ini makin lama makin bertambah tinggi. Contohnya adalah gunugn Merapi di Jawa Tengah.

c. Gunung api maar

Gunung api maar memiliki letusan yang sangat dahsyat sehingga membuat batuan yang ada disekeliling lubang kepundan terbawa keluar dan membentuk lubang kepundan yang menyerupai corong.

Contoh gunung api maar adalah gunung Paricutin di Meksiko dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara.

 

lapisan bumi

bentuk gunung api (guruips.com)

3. Material hasil erupsi

Ketika gunung berapi meletus, bahan-bahan yang keluar terdiri dari tiga jenis, yaitu material padat, material cair, dan gas.

Lapisan bumi

material gunung berapi (pixabay.com)

a. Material padat

Material padat disebut dengan piroklastik. Piroklastik dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu batu-batu besar yang disebut bom, batu-batu kecil yang disebut lapili, kerikil, pasir, dan debu atau abu vulkanis.

b. Material cair

Material cair yang dikeluarkan oleh gunung berapi adalah lava. Kemudian, lava yang bercampur dengan air dan lumpur disebut dengan lahar. Lava yang bercampur dengan air akan menghilangkan sifat lava yang panas menjadi dingin dan menimbulkan yang dinamakan lahar dingin.

Lahar dingin dapat membawa materi-materi besar seperti bom, debu, dan lumpur. Karena lahar dingin membawa material yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang kemudian bercampur dengan air, maka dampak yang ditimbulkan oleh lahar dingin sangat besar.

Ketika terjadinya erupsi bertepatan dengan curah hujan yang tinggi, lahar dingin yang terjadi akan semakin menimbulkan dampak yang sangat merusak. Lahar dingin akan dapat menyebabkan banjir bandang yang dapat merusak rumah warga dan lingkungan.

c. Gas

Gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi ketika terjadi erupsi antara lain adalah asam sulfide (H2S), asam sulfat (H2SO4), karbon dioksida (CO2), klorin (Cl), dan hidrogen klorida (HCl).

4. Gejala post vulkanis

Gunung berapi yang kurang aktif memiliki tanda-tanda yang disebut dengan gejala post vulkanis. Gejala ini berupa keluarnya beberapa jenis gas dan gejala-gejala lain sebperti berikut ini.

  1. Sumber gas asam arang atau karbon dioksida (CO2) berbahaya yang disebut dengan mofet. Contohnya adalah kawah timbang dan nila di Dieng (Jawa Tengah), Tangkuban perahu dan papandayan (Jawa Barat).
  2. Sumber gas belerang yang disebut solfatar. Contohnya di Dieng dan Rinjani.
  3. Sumber gas uap air yang disebut dengan fumarol. Contohnya Dieng dan Kamojang.
  4. Sumber air panas yang terjadi karena air tanah meresap ke bawah hingga mencapai tempat yng bersuhu tinggi. JIka air panas tersebut keluar menjadi sumber mata air, maka terbentuklah sumber air panas.
lapisan bumi

sumber air panas (way2east.com)

5. Dampak Gunung Berapi

Kerugian keberadaan gunung berapi adalah sebagi berikut.

  1. Saat terjadi erupsi, gunung berapi akan mengeluarkan lava pijar. Lava pijar tersebut akan keluar dan bergerak menuruni lereng gunung dalam keadaan suhuh yang sangat tinggi sehingga dapat menghanguskan semua yang dilaluinya.
  2. Saat erupsi, gunung berapi akan mengeluarkan gas yang sangat panas dan dapat bergerak menuruni lereng. Sehingga dapat menghanguskan apa yang dilaluinya. Awan panas ini dapat bergerak lebih cepat daripada gerakan lava pijar.
  3. Pada gunung berapi tertentu, di puncak gunungnya terdapat kawah. Ketika terjadi erupsi, lava yang bercampur dengan air dapat membentuk lahar panas dan dapat bergerak menuruni lereng sehingga merusak segala sesuatu yang dilewatinya.
  4. Gunung berapi yang tidak terdapat kawah dipunbcaknya, ketika terjadi erupsi lava akan tertumpuk di puncak gunung dan menjadi dingin. Lava yang dingin ketika tercampur dengan air hujan akan meluncur ke bawah berupa lahar dingin.
  5. Jika gunung berapi terjadi di bawah permukaan laut, ketika terjadi erupsi dapat menyebabkan gelombang tsunami.

Selain kerugian yang ditimbulkan oleh gunung berapi, ternyata menyimpan banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa keuntungan keberadaan gunung berapi.

  1. Gunung berapi terbentuk karena magma yang keluar dari dalam bumi. Magma yang menuju permukaan bumi tersebut banyak membawa mineral logam dan barang tambang lainnya. Oleh karena itu di daerah pegunungan dan gunung api banyak ditemukan barang tambang.
  2. Abu vulkanis yang dikeluarkan gunung berapi saat erupsi dapat menyuburkan tanah karena banyak mengandung unsure hara tanaman.
  3. Material yang dikeluarkan gunung berapi saat erupsi dapat berupa pasir, kerikil, dan batu-batu besar. Semua material tersebut dapat digunkan untuk bahan bangunan.
  4. Gunung berapi yang menjulang tinggi dengan hutang yang lebat dapat menyebbkan hujan orografis (hujan yang terjadi di pegunungan) sehingga daerah tersebut menjadi daerah tangkapan air hujan untuk daerah sekitarnya.
  5. Daerah yang bergunung api biasanya merupakan daerah tinggi yang bersuhuh dingin sehingga dapat dimanfaatkan sebagai daerah hutan, perkebunan, dan pariwisata.
  6. Gunung berapi di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara paling vulkanis di dunia. Jumlah gunung berapi aktif di Indonesia mencapai 129 gunung berapi dan 70 diantaranya sering meletus sejak tahun 1600.

Lapisan bumi

contoh dampak positif gunung berapi (iyakan.com)

lapisan bumi

contoh dampak negatif gunung berapi (ilmunyageografi.blogspot.com)

2. Seisme atau Gempa Bumi

lapisan bumi

akibat gempa bumi (pixabay.com)

Seisme adalah getaran yang terjadi akibat pelepasan energi di permukaan bumi secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi dapat dikelompokkan berdasarkan terjadinya, kedalaman hiposentrumnya, dan lokasinya.

a. Jenis gempa bumi berdasarkan terjadinya
  • Gempa vulkanis

Gempa yang disebabkan letusan gunung berapi.

  • Gempa tektonik

Gempa yng disebabkan karena terjadinya pergeseran lapisan kulit bumi. Sumber gempa terdapat di dalam bumi yang dapat mencapai puluhan kilometer dari permukaan tanah. Namun getarannya dapat merambat ke permukaan.

  • Gempa runtuhan

Gempa yang terjadi karena runtuhnya gua kapur dan tanah longsor. Gempa jenis ini umumnya tidak begitu berbahaya jika dibandingkn dnegan jenis gempa yang lainnya dan hanya dirasakan oleh penduduk sekitar.

b. Jenis gempa bumi berdasarkan kedalaman hiposentrum
  • Gempa dangkal

Gempa bumi yang kedalamannya kurang dari 50 km dari permukaan bumi.

  • Gempa intermedier

Gempa yang hiposentrumnya pada kedalaman 50-300 km dari permukaan bumi.

  • Gempa dalam

Gempa yang kedalaman hiposentrumnya 300-700 km.

c. Jenis gempa bumi berdasarkan lokasi

Gempa bumi berdasarkan lokasinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gempa daratan dan gempa lautan. Gempa daratan adalah gempa bumi yang episentrumnya terletak di daratan. Sedangkan gempa lautan adalah gempa bumi yang episentrumnya terletak didasar laut. Gempa bumi lautan sering menimbulkan gelombang tsunami.

3. Diastropisme

Diastropisme adalah gerak-gerak perlapisan kulit bumi yang disebabkan pergeseran lempeng-lempeng dan tidak berkaitan dengan aktifitas magma.

Magma yang naik ke permukaan bumi, energy potensial yang terlepas dari dalam bumi, dan gerakan lempeng benua dan samudera menyebabkan perubahan letak (pergeseran) lapiosan kulit bumi.

Perubahan letak tersebut dapat terjadi secara vertikal (naik dan turun) maupun horizontal (ke kiri atau ke kanan).

Tenaga eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar yang berpengaruh terhadap relief permukaan bumi. Tenaga dari luar tersebut berupa sinar matahari, pemanasan, pendinginan, hujan, angin, air, gelombang laut, gletsyer, dan makhluk hidup.

Pada umumnya, tenaga eksogen bersifat merusak bentukan-bentukan yang telah dibangun oleh tenaga endogen. Pada kenyataan di alam, tenaga eksogen tersebut berupa pelapukan, erosi, gerak massa batuan (masswasting), dan sedimentsi.

a. Pelapukan

Lapisan bumi

pelapukan batuan (agroteknologi.web.id)

Pelapukan adalah penghancuran batuan dari bongkah-bongkah batu besar dan keras ataupun agak lunak, menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pelapukan dibagi menjadi tiga macam, yaitu pelapukan mekanik, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologis.

  • Pelapukan mekanik
  • Pelapukan kimiawi
  • Pelapukan biologis

b. Erosi

lapisan bumi

contoh erosi (id.wikipedia.org)

Batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan oleh tenaga eksogen seperti angin, air, dan gletsyer. Proses pengkikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan dinamakan erosi.

Baca juga: Penyebab Erosi Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

c. Gerak massa batuan (masswasting)

Lapisan bumi

contoh gerak massa batuan (plengdut.com)

Batuan yang da di permukaan bumi dapat berpindah tempat secara missal (besar-besaran) ke tempat yang lebih rendah.  Perpindahan massa batuan secara missal tersebut terutama disebabkan oleh pengaruh gravitasi.

Masswating dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu slow flowage, rapid flowage, dan landslide

  • Slow flowage

Slow flowage adalah perpindahan massa batuan yang berjalan sangat lambah sehingga tidak dapat diamati oleh mata. Tanda-tanda yang menunjukkan suatu tempat terjadi rayapan massa batuan adalah pohon-pohon dan tiang listrik tidak berdiri tegak lurus.

  • Rapid flowage

Rapid flowage adalah perpindahan massa batuan yang berlangsung dengan cepat. Jenis rapid flowage adalah earth flow (gerakan massa tanah yang jenuh dengan air), mud flow (gerakan massa lumpur, contoh: lahar dingin), dan debris avalance (massa tanah dan puing-puing batuan yang meluncur dengan cepat pada lereng yang curam dan sempit ke tempat yang lebih rendah).

  • Landslide

Lanslide adalah longsornya massa batuan atau tanah menuruni lereng yang terjal. Jenis-jenis landslide antara lain rock slide (longsornya batu besar menuruni lereng), debris slide (longsoran hancuran batuan), rock fall (runtuhnya massa batu besar secara vertikal), debris fall (runtuhnya hancuran massa batuan), slumping (tanah longsor yang gerakannya putus-putus pada jarak pendek), dan subsidence (massa batuan atau tanah yang amblas).

d. Sedimentasi

lapisan bumi

contoh sedimentasi (sapakabar.blogspot.com)

Sedimentasi adalah proses pengendapan material batuan dari hasil pengikisan (erosi) air, angin, gelombang laut, dan gletsyer. Material hasil erosi yang diangkut oleh aliran air akan diendapkan di dataran rendah, muara sungai, tepi pantai atau danau, dan dasar laut.

Peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa yang sangat bersejarah pada zaman sebelum proklamasi Indonesia dikumandangkan ke seluruh negeri. Peristiwa tersebut  adalah penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh para golongan muda untuk mendesak mereka untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok

Pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hiro Hito mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat. Berita kekalahan Jepang dengan cepat didengar oleh bangsa Indonesia, terutama oleh para pemuda yang bekerja di kantor berita Jepang, Domei.

Soekarno, Hatta, dan Radjiman yang baru kembali dari Dalat dalam rangkamemenuhi undangan Marsekal Muda Terauchi (Panglima Jepang yang membawahi kawasan Asia Tenggara) belum mengetahui berita tersebut.

Para pemuda yang telah mengetahui info tersebut mendesak Soekarno dan Hatta unutk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa bentukan Jepang.

Akan tetapi, Soekarno dan Hatta ingin mendapat kepastian terlebih dahulu apakah benar Jepang benar-benar telah menyerah. Soekarno dan Hatta masih memiliki keinginan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai  pelaksanaan proklamasi dalam rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Soekarno-Hatta Diculik dalam Peristiwa Rengasdengklok

Tempat penculikan Soekarno

Tempat Soekarno diculik (testagx.blogspot.com)

Adanya perbedaan pandangan antara golongan muda dengan Soekarno-Hatta membuat mereka para golongan muda untuk menculik mereka berdua. Akhirnya Soekarno-Hatta diculik dan dibawa ke rengasdengklok.

Keputusan untuk menculik kedua tokoh tersebut diambil dalam rapat tanggal 16 Agustus 1945 dini hari ayng dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr, Mawardi dari barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Tugas penculikan diberikan kepada Singgih.

Dalam pelaksanaannya, Singgih dibantu oleh Cudanco Latief Hendriningrat berupa perlengkapan militer. Soekarno –Hatta dijemput oleh sekelompok pemuda dan kemudian dibawa ke Rengasdengklok karena daerah tersebut dianggap aman.

Kedua tokoh tersebut berada di Rengasdengklok seharian penuh. Para kelompok pemuda mendesak Sokarno-Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa adanya keterkaitan dengan Jepang.

Negosiasi dan Kesepakatan Peristiwa Rengasdengklok

Ketidakadaan Soekarno di Jakarta tercium oleh Ahmad Soebardjo sehingga dia mencari informasi letak keberadaan Soekarno. Setelah mengetahui bahwa Soekarno diculik oleh kelompok pemuda, ia mencoba untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Akhirnya tercapai kesepakatan antara Ahmad Soebardjo yang mewakili dari kalangan tua dan Wikana dari kalangan pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan harus diadakan di Jakarta.

Sebagai syarat dan jaminannya, Soebardjo meminta para pemuda agar segera memulangkan Soekarno-Hatta ke Jakarta dan Ahmad Soebardjo menjanjikan kepada mereka bahwa proklamasi akan segera dikumandangkan tanpa keterlibatan Jepang.

Akhirnya bersama Jusuf Kunto dan Soebardjo dengan didampingi Sudiro berangkat ke Rengasdengklok unutk menjemput Soekarno-Hatta.

Proses Persiapan Proklamasi Kemerdekaan

Rombongan Soekarno-Hatta kembali dari Rengasdengklok ke Jakarta pada tanggala 16 Agustus 1945 sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka sempat singgah ke rumah masing-masing sebelum menuju ke rumah Laksamana Maeda

Rumah Laksamana Maeda berada di Jalan Imam Bonjol No. 1 Menteng, Jakarta Pusat yang sekarang dijadikan Museum Proklamasi.

Kemudian, Soekarno-Hatta dengan didampingi Laksamana Maeda menemui Somubuco Mayor Jenderal Nishimura untuk mengetahui sikap Jepang tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dalam pertemuan itu tidak tercapai kata sepakat antara Soekarno-Hatta dan Nishimura. Soekarno-Hatta menekankan bahwa Marsekal Terauchi telah mneyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kemerdekaan kepada PPKI.

Akan tetapi Nishimura mengatakan bahwa setelah menyerahnya Jepang, mereka mendapatkan perintah untuk menjaga status quo. Artinya, proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak boleh dilakukan.

Dari pertemuan itu, akhirnya mereka merasa yakin bahwa tidak ada gunannya lagi membicarakan masalah kemerdekaan dengan pihak Jepang.

Kemudian, mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda yang dinilai relatif lebih aman dari campur tangan angkatan bersenjata Jepang pada saat itu. Kedudukan Laksamana Maeda sebagai kepala kantor penghubung angkatan laut di daerah kekuasaan angkatan darat harus dihormati.

Tidak lama setelah itu, anggota PPKI dan tokoh-tokoh pemuda mendatangi rumah Laksamana Maeda. Kemudian Soekarno dan Hatta dengan ditemani Ahmad Soebardjo menuju ruang makan untuk merumuskan naskah proklamasi.

Kejadian Sebelum Proklamasi Indonesia Dikumandangkan

Peristiwa Rengasdengklok

foto Soekarno-Hatta (titiknol.co.id)

Setelah rumusan teks proklamasi selesai disusun, Soekarno memberikan saran agar semua orang yang hadir pada saat itu bersama-sama menandatangani naskah tersebut selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Saran itu diperkuat oleh Moh. Hatta dengan mengambil contoh Declaration of Indepence Amerika Serikat.

Namun usul itu ditentang oleh para golongan pemuda. Mereka tidak setuju kalau naskah itu ditandatangani oleh tokoh-tokoh tua yang dianggap sebagai “budak-budak Jepang”.

Hal itu memunculkan ketegangan. Sukarni kemudian mengusulkan agar naskah itu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta saja selaku wakil bangsa Indonesia.

Usul itu secara aklamsi disetujui oleh semua yang hadir. Setelah itu, Soekarno menyerahkan konsep naskah proklamasi kepada Sayuti Melik untuk diketik. Naskah itu akhirnya ditandatangani oleh Soekarno-Hatta.

Setelah naskah proklamasi siap, kemudian dirundingkan bagaimana cara naskah tersebut disebarluaskan. Sukarni mengusulkan Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) untuk digunakan mengumpulkan masyarakat Jakarta untuk mendengarkan proklamasi.

Namun, Lapangan Ikada dikhawatirkan cukup rawan dan akan menimbulkan bentrokan dengan pihak Jepang. Oleh karena itu Soekarno mengusulkan agar pembacaan naskah proklamasi diselenggarakan di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 (sekarang telah dibongkar dan dijadikan gedung pola dan monumen proklamasi).

Usul itu disetujui dan pertemuan pun selesai. Mereka semua meninggalkan rumah Laksamana Maeda pukul 04.30. Namun sebelum pulang, Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di Domei, terutama B.M. Diah, agar memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka berkumpul untuk membagi tugas dalam kelompok untuk menyelenggarakan pembacaan naskah proklamasi.

Salah satu kelompok dibawah pimpinan Sukarni mengadakan rapat rahasia membicarakan bagaimana caranya untuk menyiarkan berita proklamasi dan pengerahan massa unutk mendengarkan pembacaan teks proklamasi.

Pembacaan Teks Proklamasi

teks proklamasi

teks proklamasi (satujam.com)

Pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, para pemuda banyak yang datang menuju ke Lapangan Ikada. Mereka mengira teks proklamasi akan dibacakan disana. Pihak Jepang yang mengetahui kedatangan para pemuda itu kemudian berusaha untuk menghalang-halangi.

Namun setelah mendapatdari beberapa pemuda yang mengetahui tentang pembacaan teks proklamasi, mereka semua pun menuju ke Jalan Pegangsaan Timur.

Akhirnya, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, dihadapan massa yang mendhadiri acara, Soekarno didampingi Hatta membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setelah itu disusul dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat. Secara spontan dan tanpa dipimpin, massa mengiringinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa Rengasdengklok

pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia (id.wikipedia.org)

Peristiwa rengasdengklok berhasil menginisiasi terjadinya proklamasi Indonesia segera setelah Jepang menyerah.  Setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, hal yang perlu selanjutnya dilakukan adalah menyebarkan informasi tersebut seluas-luasnya.

Sesaat setelah proklamasi dikumandangkan, kabarnya telah sampai kepada kepala bagian radio dari kantor berita Domei. Melalui kabar dari Sjahrudin, seorang wartawan Domei, Joesoef Ronodipu memerintahkan seorang markonis (petugas telekomunikasi kapal) untuk segera menyiarkan sebanyak 3 kali berturut-turut.

Berkat sebuah taktik yang mereka lakukan, kabar tentang proklamasi kemeredekaan Indonesia berhasil tersiar . Akan tetapi, baru dua kali berita itu tersiar, pihak Jepang yang mendengar penyiaran itu menjadi marah dan memerintahkan agar siaran dihentikan.

Meskipun demikian, Palenewer selaku kepala bagian Radio Domei tetap memerintahkan bawahannya untuk menyiarkan berita gembira tersebut.

Sehingga setiap setengah jam sampai pukul 16.00 siaran tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia tersiar terus menerus.

Akibat penyiaran itu, pimpinan militer Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita tersebut sebagai suatu kekeliruan. Setelah itu pada tanggal 20 Agustus 1945, pihak Jepang menyegel pemancar radio itu dan para pegawainya dilarang masuk.

Tata Surya – Ketika kita belajar pelajaran geografi, kita akan mendengar istilah jagat raya. Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang tinggal di sebuah bintang yang bernama bumi. Manusia dan bumi hanyalah sebagian kecil dari elemen yang berada di jagat raya.

Berikut ini akan kami ulas seluk beluk beluk mengenai jagat raya dan seisinya, yaitu galaksi, dan tata surya.

Jagat Raya

jagat raya

ilustrasi jagat raya (pixabay.com)

Jagat raya bisa kita sebut sebagai alam yang tidak terbatas. Tidak ada yng mengetahui secara pasti seberapa besar ukuran luas jagat raya. Hal yang manusia ketahui mengenai jagat raya sangatlah terbatas.

Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan manusia. Materi-materi yang sejauh ini telah dikenal contohnya adalah galaksi, bintang, matahari, planet, nebula, meteor, komet, satelit, asteroid, dan lain-lain.

Galaksi

gambar galaksi

ilustrasi galaksi (pixabay.com)

Di dalam jagat raya terdapat ribuan galaksi yang memiliki jarak yang sangat besar dan memiliki ukuran yang besar pula. Galaksi tempat kita dan matahari tinggal disebut bima sakti. Diameter galaksi bima sakti adalah 80.000 tahun cahaya.

Di dalam galaksi bima sakti terdapat jutaan bintang, salah satunya adalah matahari. Matahari terletak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi bima sakti.

Matahari memiliki sebuah sistem yang disebut  sebagai sistem tata surya. Bumi merupakan sebuah planet yang termasuk dalam anggota tata surya.

Sejauh ini ada delapan planet yang sudah kita kenal, yaitu Merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, saturnus, Uranus, dan neptunus. Kedelapan planet tersebut beredar mengelilingi matahari .

Tata Surya

tata surya

ilustrasi tata surya (pixabay.com)

Tata surya yang terdiri atas matahri, planet, satelit, komet, dan meteor, hanyalah sekian dari jutaan bintang yang tergabung dalam sebuah kelompok bintang yang disebut dengan galaksi.

Dalam perhitungan jarak bintang biasanya digunakan satuan tahun cahaya. Satu detik cahaya adalah 300.000 km. Artinya, dalam satu detik cahaya, merambat dan menempuh jarak sejauh 300.000km.

Jarak antara matahari dengan bumi adalah 149.600.000 KM atau 8,8 menit cahaya.

Anggota Tata Surya

Tata surya terdiri atas matahari, planet, komet (bintang berekor), satelit, dan meteor. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai anggota tata surya.

Matahari

Matahari adalah salah satu bintang  yang bertaburan di jagat raya. Matahari sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. Hampir seluruh energi yang diburuhkan makhluk hidup berasal dari matahari. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai lapisan matahari.

gambar matahari

gambar lapisan matahari (urania.edu.pl)

  1. Kulit luar matahari

Bagian kulit luar matahari terdiri dari tiga lapisan, fotosfera, kromosfera, dan korona.

  •  Fotosfera

Lapisan fotosfera merupakan lapisan cahaya yang dipancarkan ke segala penjuru termasuk ke bumi. Fotosfera berupa lapisan gas.

  • Kromosfera

Lapisan kromosfera juga merupakan lapisan gas yang terletak di atas fotosfera. Lapisan ini dianggap sebagai lapisan atmosfernya matahari. Tebal lapisan ini sekitar 16.000 km.

  • Korona

Lapisan korona adalah lapisan terluar matahari. Korona dapat terlihat pada saat terjadinya gerhana matahari sempurna. Pada permukaan matahari terkadang terjadi semburan massa gas yang tingginya mencapai ribuan kilometer dengan kecepatan ratusan kilometer per detik. Semburan tersebut disebut dengan lidah api.

Lidah api terdiri atas bahan elektron dan proton yang berasal dari atom hidrogen. Sebagian proton dan elektron ini ada yang sampai ke bumi setelah 12-26 jam yang menyebabkan terjadinya cahaya kutub (aurora).

  1. Inti matahari

Inti matahari berupa bola gas dengan tekanan dan suhuh yang sangat tinggi (t 15.0000 K). Pada keadaan tekanan dan suhu yang demikian, atom-atom hidrogen kehilangan intinya sehingga tinggal intinya saja. Inti hidrogen tersebut bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga terjadi benturan antara yang satu dengan yang lain.

Keadaan sepeti itu disebut reaksi inti. Dalam reaksi tersebut menghasilkan pertistiwa sebagai berikut:

  1. Transmutasi dari hidrogen menjadi helium.
  2. Sebagian massa hancur berubah menjadi energi panas dan cahaya. Dari sinilah tempat produksi energi yang kemudian dipancarkan ke segala penjuru.

Planet

Planet dikenal dalam tata surya berjumlah delapan buah, yaitu merkurius, venus, bumi, mars, Jupiter, saturnus, Uranus, dan neptunus.

  1. Merkurius
planet merkurius

gambar planet merkurius (infoastronomy.org)

Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Jarak dari pusat tata surya adalah 58 juta km. Merkurius memiliki diameter sekitar 4.800 km, Periode rotasinya adalah 88 hari dan peroide revolusinya adalah 0,24 tahun.

Karena letak planet merkurius yang sangat dekat dengan matahari, planet ini mempunyai temperatur yang sangat tinggi sekitar 3400 C.

  1. Venus
planet venus

gambar planet venus (infoastronomy.org)

Jarak venus ke bumi adalah sekitar 42 juta km. Planet venus disebut dengan morning star karena sering terlihat pada pagi hari ketika bintang- bintang lain sudah tidak kelihatan. Selain itu, venus juga dijuluki sebagai bintang sore (the evening star) karena bintang ini sudah kelihatan pada waktu senja saat bintang-bintang lain belum kelihatan.

  1. Bumi
planet bumi

gambar planet bumi (infoastronomy.org)

Jarak bumi dengan matahari kurang lebih 150 juta km. Bumi memiliki jari-jari 6.370 km. Rotasi bumi adalah 24 jam dan revolusinya adalah 1 tahun 365 hari. Planet bumi memiliki satu buah satelit, yaitu bulan.

  1. Mars
planet mars

gambar planet mars (infoastronomy.org)

Jarak mars dengan matahari adalah sekitar 228 juta km dengan garis tengah planet 6800 km. Periode rotasi mars adalah 24 jam 36 menit, sedangkan periode revolusinya adalah 1,88 tahun atau 23 bulan (687 hari). Mars memiliki dua buah satelit, yaitu phobos dan deimos.

  1. Jupiter
planet jupiter

gambar planet jupiter (infoastronomy.org)

Jupiter merupakan planet yang paling besar diantara planet-planet anggota tata surya yang lain. Jarak Jupiter dengan matahari adalah sejauh 778 juta km. Planet ini memiliki garis tengah sekitar 140.000 km. Rotasi dan revolusinya masing-masing adalah 9,9 jam dan 11,86 tahun. Planet Jupiter memiliki 14 satelit.

  1. Saturnus
planet saturnus

gambar planet saturnus (infoastronomy.org)

Planet saturnus merupakan planet yang banyak menarik perhatian para ahli astronomi karena memiliki tiga buah cincin. Jarak saturnus dengan matahari adalah sekitar 1.430 km dengan diameter 120.000 km. Rotasi planet ini 10,2 jam dan revolusi 29,46 tahun. Planet ini memiliki 10 buah satelit.

  1. Uranus
planet uranus

gambar planet uranus (infoastronomy.org)

Uranus memiliki jarak yang sangat jauh dari matahari, yaitu 2.880 juta km sehingga memiliki suhu yang sangat dingin hingga -1850 C. Diameter planet ini sekitar 50.000 km dengan waktu rotasi 10,7 jam dan revolusi 84 tahun. Planet ini memiliki 5 buaha satelit, yaitu Miranda, titania, ariel, Oberon, dan umbriel.

  1. Neptunus
planet neptunus

gambar planet neptunus (infoastronomy.org)

Neptunus memiliki jarak yang sangat jauh dari matahari. Jaraknya sekitar 4.500 juta km dengan diameter sekitar 48.000 km. Rotasinya 15,8 jam dan revolusinya 164,18 tahun. Planet ini memiliki temperature -2100 C. Neptunus memiliki dua buah satelit, yaitu triton dan Nereid.

Komet

komet

gambar komet (pixabay.com)

Komet termasuk dalam anggota tata surya. Komet beredar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk parabola atau hiperbola. Komet sering disebut juga sebagai bintang berekor karena memiliki ekor dan terlihat cemerlang. Arah ekor komet selalu berubah-ubag menjauhi matahari.

Meteor

gambar meteor

ilustrasi gambar meteor (universetoday.com)

Di dalam jagat raya terdapat benda langit yang memiliki berat beberapa miliigram hingga beberapa ton. Benda tersebut dinamakan meteorit. Meteorit melayang karena pengaruh gaya tarik benda angkasa lain.

Jika meteorit melintas di dekat bumi, maka akan terkena gaya tarik bumi. Ketika terkena gaya tarik bumi, meteorit akan jatuh menuju bumi. Sebelum jatuh ke bumi, meteorit akan bergesekan dengan lapisan atmosfer yang berlangsung sangat cepat (10-70 km per detik).

Akibat gesekan tersebut, meteorit akan terbakar dan akan terlihat bercahaya. Sebuah meteorit berukuran besar yang tidak habis terbakar dan jatuh ke permukaan bumi berupa batu meteor.

Apabila batu meteor yang jatuh berukuran beberapa ons saja, dapat membentuk lubang seperti lubang sumur. Apabila sisa meteorit yang jatuh mencapai beberapa puluh kilogram, maka akan dapat membentuk sebuah kawah besar seperti di Arizona sebagai contohnya.

Video Menarik

Berikut ini adalah video ilustrasi mengenai bagian terkecil dari alam semesta hingga seluruh jagat raya. Selamat menyimak.

 

 

 

This is Atomic

All the pages you see here are built with the sections & elements included with Atomic. Import any page or this entire site to your own Oxygen installation in one click.
GET OXYGEN
[email protected]
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram