Cuaca dan Iklim Beserta Unsur-Unsur yang Mempengaruhinya

Cuaca dan Iklim – Dear sahabat lamosea, mungkin ada dari kalian masih ada yang bingung dengan bedanya cuaca dan iklim. Kedua istilah ini merupakan saling berkaitan satu sama lain. Berikut ini kami sajikan ulasan mengenai kedua hal tersebut. Cekidot.

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan pada daerah yang sempit. Contohnya, cuaca di Manado cerah, tidak berawan, temperatur udara 200-300 C, dan kecepatan angin 10 km/jam. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca adalah meteorology.

Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama (30 tahun). Ilmu tentang iklim dinamakan klimatologi.

Meteorologi mempelajari atmosfer bumi, temperatur udara, gerakan udara, dan gejala-gejala yang ada dalam udara. Data yang diperoleh dari meteorologi digunakan untuk menentukan iklim suatu daerah. Oleh karena itu, ada kaitan yang erat antara meteorologi dan klimatologi.

Unsur Cuaca dan Iklim

Unsur cuaca dan iklim meliputi sebagai berikut.

1. Temperatur udara atau suhu udara

iklim dan cuaca

ilustrasi suhu udara (murdockcruz.com)

Hal yang mempengaruhi cuaca dan iklim yang pertama adalah temperatur udara. Udara menjadi panas karena mendapat pemanasan matahari. Alat untuk mengukur suhu udara adalah termometer. Termometer sederhana yang ada disekitar kita adalah termometer dinding dan termometer maksimum minimum. Termometer yang dapat mencatat sendiri disebut termograf.

Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub akan menjadi makin dingin. Suhu udara di daerah ekuator sekitar 270 C dan di daerah kutub mencapai beberapa derajat di bawah nol.

Pada kasus yang lain, sewaktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa makin dingin jika ketinggian bertambah.  Tiap kenaikan 100 m, suhu udara akan berkurang (turun) sekitar 0,60 C. Penurunan suhu semacam itu disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, lapse rate adalah 10 C.

Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhuh udara suatu daerah adalah sebagai berikut.

  1. Sudut datang sinar matahari. Makin tegak sinar matahari, udara akan semakin panas.
  2. Keadaan cuaca. Pada saat cuaca cerah, suhu udara panas, sedangkan pada saat cuaca mendung (berawan) suhu udara lebih dingin.
  3. Letak lintang. Makin dekat dengan garis ekuator, suhu udara lebih panas dan makin dekat dengan daerah kutub, suhu udara makin dingin.
  4. Ketinggian tempat. Sebagai perbandingan, suhu udara di pantai panas. Kemudian semakin tinggi suatu tempat, suhu akan semakin dingin.

2. Tekanan Udara

iklim dan cuaca

contoh grafik laporan tekanan udara pulau Bawean (stametbawean.com)

Hal kedua yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah tekanan udara. Udara yang menyelubungi bumi adalah benda gas dan mempunyai massa. Oleh karena itu, di udara akan terjadi sebagai berikut.

  1. Di muka bumi terdapat tumpukan massa udara. Udara dibagian atas menindih (menekan) udara dibawahnya, Tekanan ini disebut tekanan udara.
  2. Massa udara terpengaruh gravitasi bumi sehingga udara makin dekat dengan permukaan bumi, makin mampat dan makin ke atas makin renggang. Akibat selanjutnya, makin dekat dengan permukaan bumi tekanan udara makin besar dan makin ke atas makin berkurang.
  3. Udara apabila terkena panas akan memuai, dan apabila mengalami pendinginan akan menyusut.

Alat untuk mengukur tekanan udara adalah barometer. Barometer yang dapat mencatat sendiri disebut barograf. Besarnya tekan udara di permukaan bumi adalah 76 cmHg atau 760mmHg atau sama dengan satu atmosfer.

3. Angin

iklim dan cuaca

kantong angin (pixabay.com)

Hal selanjutnya yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah angin. Udara yang bergerak disebut angin. Udara bergerak karena perbedaan tekanan. Alat untuk mengukur kecepatan angin dinamakan anemometer. Sedangkan alat untuk mengetahui arah angin disebut panah angin atau kantong angin.

Pada dasarnya, angin di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu angin tetap dan angin lokal.

a. Angin tetap

Angin tetap adalah angin yang bergerak terus menerus sepanjang tahun dengan arah yang tetap. Contoh angin tetap adalah: angin pasat, angin barat, dan angin timur. Angin pasat adalah angin yang bertiup dari daerah maksimum subtropika menuju ke daerah minimum ekuator.

Pada awalnya, angin pasat bergerak tegak lurus dari daerah maksimum subtropics menuju ke minimum ekuator. Akan tetapi, karena bumi berotasi dari barat ke laut, maka angin pasat di sebelah selatan berbelok ke kiri, sedangkan angin pasat di sebelah utara ekuator berbelok ke kanan.

Oleh Karena itu, angin pasat di sebalah utara ekuator menjadi angin pasat timur laut, sedangkan angin pasat disebalah selatan ekuator menjadi angin pasat tenggara.

b. Angin lokal

Angin lokal adalah angin yang hanya terjadi di daerah tertentu saja. Contoh angin lokal adalah angin muson dan angin bohorok.

1. Angin Muson

Angin muson adalah angin yang bertiup setiap setengah tahun sekali secara bergantian arah yang berlawanan. Gerakan angin ini dipengaruhi oleh peredaran gerak semu matahari tahunan. Hal tersebut mengakibatkan seberapa besar dan kecilnya tekanan udara.

Di Indonesia angin muson berupa angin yang bertiup dari Asia menuju Australia dan sebaliknya.

Angin muson dibedakan menjadi dua, yaitu angin muson barat dan angin muson timur. Berikut ini penjelasan singkat mengenai angin muson.

a. Angin Muson Barat

Angin muson barat atau juga biasa disebut dengan angin muson musim dingin timur laut adalah angin muson yang berhembus antara bulan oktober sampai bulan april.

Pada rentang waktu tersebut, keberadaan pergerakan semu matahari terletak di belahan bumi bagian selatan. Hal ini mengakibatkan tekanan udara di kawasan benua Asia menjadi tinggi namun tekanan udara di kawasan benua Australia menjadi rendah.

Saat seperti tersebut menjadikan angin dari kawasan Asia bertiup menuju ke kawasan Australia. Karena angin yang bertiup menuju Australia itu melewati Samudera Hindia, maka angin tersebut bergerak dengan membawa uap air yang banyak.

Nah, disaat yang bersamaan di Indonesia akan terjadi musim hujan karena letak Indonesia yang berada di tengah-tengah kedua kawasan benua dan juga Samudera Hindia.

Di waktu seperti ini biasanya angin menjadi kencang dan ombak di lautan menjadi semakin tinggi. Sehingga mengakibatkan banyak nelayan takut untuk melaut. Pada musim ini masyarakat nelayan biasa menyebut dengan musim baratan.

b. Angin Muson Timur

Angin muson timur atau juga biasa disebut dengan angin muson musim panas barat daya adalah angin yang berhembus antara bulan april hingga bulan oktober.

Pada rentang waktu tersebut, gerak semu matahari seang bearada pada posisi belahan bumi utara. Hal ini mengakibatkan kawasan Australia mengalami musim dingin dan memiliki tekanan maksimum.

Sedangkan di benua Asia akan mengalami musim panas yang mengakibatkan tekanan menjadi minimum.  Sebagaimana angin muson barat, angin akan bertiup dari daerah yang bertekanan tinggi berhembus menuju daerah yang bertekanan lebih rendah.

Sehingga dapat dijelasakan bahwa dalam muson timur angin akan berehmbus dari kawasan Autralia menuju kawasan Asia. Namun karena angin bergerak menuju bagian utara garis equator, maka angin akan berbelok ke arah kanan.

Pada waktu yang seperti itu angin yang berhembus akan berdampak musim panas atau kemarau di Indonesia. Karena angin yang berhembus sebelumnya melewati daerah gurun pasir yang berada di kawasan utara Australia.

Karena angin tersebut melewati gurun pasir yang kering kemudian hanya melewati lautan yang sempit, maka angin hanya membawa uap air dengan jumlah sedikit. Itulah yang menyebabkan Indonesia mengalami musim panas.

2. Angin Bohorok

Angin bohorok adalah jenis angin jatuh yang disebut juga angin fohn. Angin jatuh adalah angin yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Ketika mendekati gunung, angin ini mendapat uap air.

Ketika mengalami proses kondensasi uap air, akhirnya kan jatuh menjadi hujan. Setelah melewati puncak gunung, angin bergerak menuruni lereng dengan tidak membawa uap air lagi.

Oleh karena itu, angin jatuh bersifat kering dan lebih panas dari daerah yang didatangi.

Di Indonesia, angin jatuh terjadi di banyak tempat dan memiliki nama tersendiri. Di deli (Sumatera Utara), angin jatuh disebut dengan angin Bohorok yang sering merusak tanaman tembakau.

Di Biak (Papua) dinamakan angin Wambraw, angin Kumbang di Cirebon (Jawa Barat), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan angin Brubu di Makassar (Sulawesi).

Angin jatuh juga dapat bersifat kering dan dingin jika angin bergerak dari puncak pegunungan yang tinggi dan bersalju. Contohnya seperti angin Mistral yang ada di Perancis, angin Bora di pantai samudera Atlantik, dan angin Sirocco di pantau laut Adriatik.

4. Kelembapan Udara

iklim dan cuaca

ilustrasi kelembapan udara (pixabay.com)

Hal lain  yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah kelembapan udara. Udara yang jenuh uap air disebut memiliki kelembapan maksimum. Udara yang mengandung sejumlah uap air tertentu pada udara terbuka dinamakan memmiliki kelembapan absolut.

Alat untuk mengukur kelembapan udara adalah higrometer. Higrometer yang dapat mencatat sendiri disebut higrograf.

5. Awan

iklim dan cuaca

awan (pixabay.com)

Hal selanjutnya yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah awan. Udara yang telah jenuh jika mendapat tambahan uap air atau mengalami proses kondensasi akan terbentuk titik-titik air. Titik-titik air yang melayang-layang di udara disebut awan. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut dengan kabut.

Awan memiliki banyak nama atau jenis yang dapat dibedakan berdasarkan morfologi, ketinggian, dan material pembentuknya.

  1. Jenis Awan Menurut Morfologinya (bentuknya)

Berdasarkan morfologinya, awan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu cumulus, stratus, dan cirrus. Jika beberapa awan tersebut bergabung maka akan terbentuk morfologi gabungan.

  1. Jenis Awan Menurut Ketinggiannya

Berdasarkan ketinggiannya, awan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu awan rendah, sedang, dan tinggi.

  1. Awan rendah adalah awan yang terdapat pada ketinggian kurang dari 2000 m.
  2. Awan sedang adalah awan yang terdapat pada ketinggian 2000 – 7000 m.
  3. Awan tinggi adalah awan yang terdapat pada ketinggian lebih dari 7000 m.
  4. Jenis awan menurut material pembentuknya

Berdasarkan material pembentuknya, awan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu awan cair, es, dan campuran.

  1. Awan cair adalah awan yang seluruhnya terdiri atas bahan cair.
  2. Awan es adalah awan yang seluruhnya terdiri atas Kristal-kristal es.
  3. Awan campuran adalah awan yang terdiri atas bahan cair dan Kristal es.

6. Curah Hujan (Presipitasi)

iklim dan cuaca

ilustrasi hujan (pixabay.com)

Hal terakhir yang mempengaruhi cuaca dan iklim adalah hujan. Curah hujan adalah banyaknya air hujan atau Kristal es yang jatuh hingga ke permukaan bumi. Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adala ombrometer.

Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air bergerak mendaki pegunungan. Uap air tersebut kemudian mengalami proses pengembunan dan akhirnya jatuh sebagai hujan.
  2. Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya gerakan udara yang mengandung uap air secara vertical (konveksi). Hujan ini sering disebut dengan hujan zenithal.
  3. Hujan front adalah hujan yang terjadi didaerah front. Front adalah bidang batas dua massa udara yang saling bertumbukan. Hujan ini terjadi karena bertemunya antara udara massa panas dengan massa udara dingin.

Kemudian, massa udara panas yang kurang padat akan naik keatas massa udara dingin yang lebih padat dan akan terjadi proses pengembunan. Dari proses pengembunan kemudian berubah menjadi awan dan turun sebagai hujan.

Baca juga: 3 Siklus Hidrologi dan Proses Terjadinya

Alat Pengukur Cuaca dan Iklim

Setelah sebelumnya kita bahas tentang pengertian cuaca dan iklim serta unsur-unsur yang membentuknya, sekarang akan kita ulas alat-alat pengukur iklim dan cuaca.

Mungkin dari kalian semua yang membaca tulisan ini masih asing dengan berbagai alat yang menunjang dalam memperoleh data detail tentang dua peristiwa udara di sekitar kita tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis alat ukur iklim dan cuaca beserta fungsinya.

Termometer

Termometer adalah alat pengukur suhu yang paling sederhana di sekitar kita. Termometer memiliki berbagai macam jenis. Jenis yang paling sederhana adalah termometer air raksa.

Jika suhu disekitar meningkat, air raksa dalam tabung akan menunjukkan pemuaian. Sebaliknya, jika suhu disekitar kita dingin atau menurun makan air raksa dalam tabung akan kembali menyusut.

Ketika badan kita panas, biasanya dokter atau kita sendiri bisa mengukur suhuh badan dengan cara menempelkan termometer ke badan. Untuk mendapatkan info mengenai suhu lingkungan biasanya yang digunakan adalah termometer dinding.

Pada zaman modern seperti sekarang lebih canggih lagi. Kita bisa mengecek suhuh suatu daerah atau kota secara real time dengan memanfaatkan internet.

alat pengukur iklim dan cuaca

termometer air raksa (medilink.co.ke)

 

alat pengukur iklim dan cuaca

contoh termometer dinding (pixabay.com)

Higrometer

Higrometer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan pada suatu daerah. Kelembapan udara adalah seberapa banyak kandungan uap air yang ada dalam udara. Ketika semakin banyak kadar uap air yang ada dalam udara maka akan semakin sejuk dan dingin.

alat pengukur iklim dan cuaca

higrometer (hygrometer.net)

Barometer

Barometer adalah alat untuk mengukur seberapa besar tekanan udara pada suatu tempat. Tekanan udara diperlukan untuk memperkirakan cuaca. Para ahli klimatologi maupun meteorologi mencatat pergerakan tekanan udara setiap saat unutk dapat memperikan cuaca dalam kurun waktu tertentu.

alat pengukur iklim dan cuaca

contoh barometer (appadvice.com)

Anemometer

Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin. Biasanya alat ini di letakkan di lapangan terbuka dengan tiang yang tinggi. Wujud anemometer yang bisa kita temui biasanya terdapat beberapa alat seperti mangkuk yang diletakkan dalam satu tiang.

Ketika ada angin berhembus, maka alat tersebut akan berputar karena angin masuk ke dalam mangkok sebagai alat penerima angin. Nah, putaran mangkok tersebut tersambung pada suatu alat pencatat kecepatan.

alat pengukur iklim dan cuaca

ilustrasi anemometer (pixels.com)

Altimeter

Altimeter merupakan alat pengukur ketinggian ketingian suatu wilayah dari permukaan laut. Alat ini bisa mencatat secara otomatis dalam satuan meter dan satuan kakai (feet).

Apabila kalian ingin mengetahui ketinggian suatu tempat namun tidak memiliki alat ini, Anda bisa melihatya di stasiun kereta api. Disana akan diketahui ketinggian wilayah tersebut apak diatas permukaan laut atau malah dibawah permukaan laut.

alat pengukur iklim dan cuaca

altimeter (wagaero.com)

Ombrometer

Ombrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan di suatu wilayah tertentu.Selain ombrometer, fluviograf juga bisa digunakan sebagai alat penakar hujan.

Biasanya alat ini disebut dengan alat penakar hujan. Alat ini dipasang di tempat terbuka sehingga air hujan bisa masuk dan dapat diterima langsung.

alat pengukur iklim dan cuaca

ombrometer (malahayati.ac.id)

PH Meter

Alat ini digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman air hujan suatu daerah. Dengan melihat pH meter kita dapat mengetahui hujantersebut bersifat asam, netral, atau basa.

Angka pH meter yang menunjukkan dibawah atau kurang dari 5,4 berarti air hujan tersebut bersifat asam. Jika pH meter menunjukkan angka diatas 7 maka hujan tersebut bersifat basa. Dan jika pH menunjukkan diantara rentang angka diatas maka sifat air hujannya netral.

alat pengukur iklim dan cuaca

contoh pH meter (omega.ca)

Leave a Reply

%d bloggers like this: