Mengenal Sosok Khalid bin Walid, Sang Pedang Allah Yang Terhunus

Siapa Khalid bin Walid itu? Seorang sahabat nabi yang sangat inspiratif. Sudah selayaknya seorang muslim mengetahui beliau. Tak cukup mengetahui namun lebih dari itu. Seharusnya seorang muslim bisa meneladani sosok beliau.

Dengan meneladani beliau, maka umat islam akan kembali dengan baik. Peradaban umat islam akan cemerlang. Sudah sepantasnya dan seharusnya orang islam mengetahui sejarah islam. Terlebih-lebih, tentang para nabi, sahabat, dan orang-orang di masa generasi keemasan islam.

Nah, untuk kali ini kita akan membahas tentang salah satu sahabat nabi yang mempunyai julukan Saifullah almaslul yang berarti pedang Allah yang terhunus yaitu Khalid bin Walid. Mulai dari nama, kedudukan, pengorbanan, sifat, cita-cita hingga wafatnya beliau. 

Khalid Seorang Sahabat Nabi

Khalid bin Walid merupakan sahabat Nabi yang dijuluki sebagai Saifullah Almaslul yang artinya Pedang Allah yang Terhunus. Seorang sahabat nabi yang bernasab Quraisy. Beliau dilahirkan pada tahun 592 Hijriyah di Makkah Al-Mukarramah. Kedudukan beliau adalah sebagai pimpinan elit pasukkan perang muslimin. Termasuk dari sahabat mempunyai ketangguhan yang tinggi. 

Selain Tangguh, Khalid bin Walid juga dikenal sebagai sahabat yang terampil dalam mengurusi dan memimpin pasukan perang. Beliau tercatat sebagai tantara yang sangat hebat. Juga, tercatat sebagai pimpinan semua perang Riddah dan pembebasan negeri Syam dan Iraq.

Sejarah mencatat, Khalid tidak pernah kalah dalam peperangan sama sekali. Tercatat ratusan peperangan yang beliu pimpin dan tak pernah terkalahkan.  Beberapa peperangan yang beliau pimpin adalah perang dengan Romawi Bizantium dan Persia Sassanian. Beliau juga membantu dengan bantuan yang luar biasa dalam perang Yamamah, Yarmurk, dll.

Walaupun sebelumnya, kita ketahui beliau (sebelum masuk islam) memerangi muslimin. Misalnya, pada perang uhud. Namun setelah masuk Islam beliau bergabung dengan muslimin dalam peran mu’tah, fathu Makkah dan lain sebagainya.

Nasab Khalid bin Walid

Khalid berasal dari Bani Mahzum Al Quraisy, merupakan saingan berat dari bani hasyim. Bani Hasyim dan Bani mahzum selalu bersaing dari segala hal. Yang menjadikan Abu Jahal tidak mau beriman dengan Rasulullah karena dia tidak ingin merasa kalah karena di bani Hasyim ada seorang nabi sedangkan di Bani Mahzum tidak ada.

Nasab beliau bertemu dengan nasab nabi pada urutan kakeknya yang ke enam, yaitu Murroh bin Ka’ab.

Khalid berasal dari keluarga kaya raya. Beliau tumbuh dan besar di daerah gurun pasir sebagaimana adat orang-orang Qurasiy. Beliau dititipkan kepada Murdiah (orang yang menyusuinya). Ketika umur 6 tahun, beliau dikembalikan kepada kabilah dan kedua orang tuanya. Beliau terkena penyakit cacar pada waktu kecilnya, sehingga ada bekas cacar di pipi sebelah kiri beliau. 

Kepandaian beliau mulai terlihat ketika beliau belajar berkuda di masa mudanya. Beliau ini paling unggul bila dibandingkan dengan anak-anak yang sebaya dengannya. Beliau kuat dan pemberani. Dan Tumbuhlah Khalid sebagaimana yang kita ketahui sekarang (dalam peperangan).

Julukan Khalid bin Walid

Julukan Khalid bin Walid

Tidak sedikit sahabat nabi yang mempunyai laqob atau julukan. misalnya Abu Hurairah. Abu Hurairah merupakan laqob dari pada Abdurrahman. Begitu juga Khalid bin Walid dengan julukannya Pedang Allah yang terhunus.

Beliau mempunyai julukan yang langsung datang dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Berikut salah satu nukilan yang menjelaskan tentag laqob untuk Khalid.

نظراً لِما كان من خالد بن الوليد -رضي الله عنه- من شجاعةٍ عظيمةٍ وبسالةٍ معهودةٍ لقَّبه النبيّ -صلّى الله عليه وسلّم- بسيف الله، وقال له أبو بكر الصدّيق -رضي الله عنه- عندما سلّمه لواء الجيش لقتال المُرتدّين: (إنّي سمعت رسول الله -صلّى الله عليه وسلّم- يقول: نِعْمَ عبد الله وأخو العشيرة خالد بن الوليد، سيف من سيوف الله، سلَّه الله على الكُفّار والمُنافِقين)

Artinya:

Melihat, bahwa khalid bin walid mempunyai kelebihan yaitu keberanian yang sangat menakjubkan, Nabi Muhammad memberikan julukan kepada Khalid dengan Saifullah. Dan Abu Bakar mengatakan julukannya kepada Khalid ketika memberikan bendera perang untuk memerangi kaum yang murtad. Yaitu, Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabada: “ paling nikmatnya hamba dan saudaranya keluaraga adalah Khalid bin Walid, Saif dari Suyufillah (pedang dari pedang-pedang Allah), yang Allah kirim untuk menghunus orang kafir dan orang munafik.

Islamnya Khalid bin Walid

Khalid bin Walid masuk Islam termasuk belakangan. Beliau masuk Islam pada bulan Shofar Tahun 8 H. Lebih tepatnya sebelum Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah) dan perang mu’tah.

Pada tahun 6 H, Rasulullah yang sudah hijrah ke Madinah akan menuju mekkah untuk melakukan umroh setelah sebelumya bermimpi sedang tawaf di ka’bah. Namun di perjalanan, tepatnya di Hudaibiyah, Rasulullah dan para sahabat dihadang musyrikin Quraisy. Akhirnya terjadilah perjanjian Hudaibiyah.

Diantara salah satu perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati adalah Rasulullah dan para rombongan diminta untuk pulang dan baru diperkenankan umroh tahun depan. Itu pun hanya diberi waktu 3 hari saja, tidak boleh lebih.

Akhirnya pada tahun depannya yaitu tahun 7 H, Rasulullah beserta sahabat akhirnya umroh. Ketika sedang berada di Mekkah, ternyata saudara Khalid bin Walid yaitu Al Walid bin Walid telah masuk islam.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada Al Walid dimana Khalid. Kemudian beliau menjawab Allah akan datangkan Khalid.

Rasulullah kemudian berkata kepada Al Walid, “Orang seperti Khalid tidak mungkin tidak tahu tentang islam. Seandainya dia bertempur untuk kaum muslimin, maka itu adalah lebih baik bagi dia. Dan kami akan mengedepankan dia dari pada yang lainnya.”

Dari pernyataan tersebut, bisa disimpulkan bahwa Rasulullah memuji kecerdasan dan kehebatan Khalid.

Akhirnya Al Walid pergi mencari Khalid karena Rasulullah mencarinya. Setelah dicari ternyata tidak ketemu. Kemudian Al Walid menulis surat untuknya yang isinya kurang lebih adalah,

Wahai saudaraku, aku tidak melihat hal yang lebih aneh dari engkau karena tidak mau masuk islam. Karena engkau adalah orang yang cerdas. Apakah orang tidak mengerti tentang indahnya Islam?

Sesungguhnya Rasulullah telah bertanya kepadaku tentang engkau. Dimana Engkau? Sesungguhnya engkau adalah orang yang cerdas. Seandainya kehebatan engkau digunakan untuk kepentingan islam, itu akan lebih baik. Dan apabila engkau masuk islam,maka beliau akan mendahulukan engkau.

Setelah Khalid membaca surat tersebut, maka tersentuhlah hatinya. Khalid ingin masuk islam. Akhirnya pada tahun 8 H beliau ingin masuk islam. Untuk itu beliau keliling kota Mekkah untuk mencari teman yang mau ikut masuk islam.

Khalid kemudian bertemu dengan Ikrimah bin Abu Jahal. Beliau mengutarakan keinginannya untuk masuk islam dan berniat mengajak Ikrimah. Ikrimah menolak dengan keras. Dia berkata kepada Khalid, wahai Khalid mereka umat islam telah membunuh keluarga kita dan teman-teman kita. Sesungguhnya apabila semua penduduk kota Mekkah masuk islam, saya orang yang tidak akan masuk islam.

Kemudian Khalid bertemu dengan Shafwan bin Umayyah bin Khalaf. Dia juga mengatahan hal yang sama sebagaimana Ikrimah sebelumnya.

Khalid meneruskan pencariannya dan masih berharap akan bertemu dengan orang yang mempunyai tujuan sama dengannya.

Kemudian beliau bertemu Utsman bin Thalhah. Setelah menjelaskan kepadanya tentang ingin masuk islamnya, ternyata Thalhah pun demikian. Akhirnya mereka berdua segera menuju Madinah.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan Amr bin Ash. Amr bin Ash merupakan orang yang cerdas dan ahli diplomasi.

Akhirnya mereka bertiga bersama-sama menuju Madinah unutk masuk islam.

Ketika Rasulullah melihat mereka bertiga, kemudian berkata kepada para sahabat bahwa sesungguhnya kota Mekkah telah mendatangkan intisari dari Mekkah. Khalid bin Walid adalah seorang yang ahli perang, Amr bin Ash jago berdiplomasi, dan  Utsman bin Thalhah adalah pemegang urusan Ka’bah.

Sifat-Sifat Khalid bin Walid

Khalid bin walid mempunyai sifat yang sangat terkenal di kalangan muslimin. Beberapa diantara sifatnya adalah sebagai berikut:

  1. Pemimpin yang Sukses
  2. Terampil dalam Pertempuran
  3. Terampil dalam Mencapai kemenangan
  4. Mampu mengembangkan strategi militer dengan cara sederhana dan paling mudah. Hal ini ditunjukkan oleh keunggulan khalid dalam perang uhud. Di mana Khalid berhasil menyerang pasukan muslimin & mengambil keuntungan dari keadaan yang ada pada saat itu. 
  5. Khalid sangat semangat untuk membangun masyarakat yang kuat dan bersyukur bisa menang dalam peperangan. Hal ini dibuktikan dengan kegigihannya untuk memulai dari basis dan hal yang aman.
  6. Dia sangat baik kepada yang lain. Selain itu, beliau sangat suka untuk menyebarkan Islam dan suka tablig risalah Rasulullah. Suka menyatukan hati umat karena beliau suka berakta seperti ini lakum maa lana wa alaikum ma alainaa, syujaun wa jariun (Bagi kalian apa yang diperuntukkan kepada kami, dan wajib atas kalian apa yang wajib bagi kami, pemberani dan pemberani)
  7. Orang yang jujur hatinya
  8. Seorang Pemenang, Khatib dan orang yang fasih
  9. Pemikirannya sangat mendalam dan wawasannya sangat luas. Suka berpikir panjang dan gigih dengan keputusan yang  sesuai.
  10. Mulia dan suka memberi karena beliau sering memberi hartanya yang khusus.

Dan masih banyak sekali fadhilah dan sifat yang dimiliki beliau. Berikut ini beberapa penjelasan tentang keberanian khalid bin walid ketika di dalam peperangan. 

Keberanian Khalid Bin Walid

Keberanian Khalid bin Walid

Keberanian merupakan salah satu akhlaq yang terpuji. Dengan akhlaq tersebut menambah tinggi kedudukan seseorang. Ar-Raghib Al-Ashfahani menyatakan keberanian adalah:

صرامة القلب على الأهوال، وربط الجأش في المخاوف

Artinya: Kegigihan hati dalam kengerian dan ketenangan dalam ketakutan.

Salah satu sifat yang dimiliki oleh Khalid bin Walid sagat mencolok pada diri Khalid adalah keberaniannya. Tidak ada seseorang yang menandinginya. Beliau terkenal kuat, gigih dan jago tanding perang. Dan hal ini sudah dibuktikan pada beberapa peeprangan yang ada. 

Keberanian Khalid bin Walid Pada Perang Mu’tah

Perang Mu’tah terjadi pada tahun ke-8 hijriyah. Perang ini dipimping oleh 3 pemimpin yang silih berganti. Yaitu, Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Namun ketiga pemimpin perang tersebut syahid di jalan Allah, maka bendera perang pun diambil alih oleh Khalid bin Walid. Padahal kaum muslimin ketika itu sedang menghadapi tantara Ramawi yang berjumlah 100.000 tentara. 

Dan Khalid pun Bisa (mempunyai kemampuan) untuk itu. Beliau mempertimbangkan kemaslahatan muslimin. Lalu, beliau membaca keadaan yang ada dan menyusun kembali taktik perang muslim untuk melawan musuh.

Keberanian Khalid bin Walid Pada Futuhatul Iraq (Pembebasan Negara Iraq)

Keberanian Khalid bin Walid merupakan salah satu sebab beliau dipilih oleh Khalifah Abu Bakar Assiddiq sebagai pemimpin perang. Beliau disuruh memimpin pasukan perang untuk futuhatul Iraq (pembebasan negara Iraq). Khalid sudah di utus ke Iraq bagian selatan dan memenangkan peperangan yang ada, dan pada bagian yang lainnya.

Baca Juga: Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq Sang Khalifah Pertama Umat Islam

 

Khalid bin Walid Pada Perang Yarmuk

Pada waktu itu, pasukan muslimin mulai berjalan menuju Syam. Pasukan ini diperintahkan oleh Khalifah Abu Bakar untuk membebaskan negeri syam. Sedangkan pada waktu itu juga, Khalid bin Walid sedang berada di Iraq. 

Kemudian, Khalifah Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk berangkat ke Syam dari Iraq. Hal ini disebabkan, Khalifah Abu Bakar mengetahui bahwa Romawi telah menyiapkan  pasukan yang sangat besar untuk memerangi umat Islam. Maka, Khalid pun bersama tantara yang Iraq berangkat ke Syam.

Peperangan ini terjadi dekat dengan sungai Yarmuk. Dan di situlah camp tentara muslimin ketika itu. Sesampainya Khalid di Syam, beliau pun menertibkan dan menyiapkan pasukan perang. Dengan kebijaksanaannya yang luar biasa menjadi salah satu sebab muslimin tidak takut untuk melawan musuhnya yang berjumlah sangat banyak.

Kemudian Khalid menghasung kepada seluruh pasukan dan membagi-bagi pasukan menjadi beberapa bagian, yaitu bagian kanan, kiri dan tengah. Dan menjadikan setiap bagian seorang pemimpin. Beliau mengangkat Abu Ubaidah ibnul Jarrah, Amr bin Ash dan Yazid bin Abu Sufyan sebagai pemimpin bagian tersebut.

Khalid bersama pasukan muslimin berperang cukup sengit dan menghabiskan beberapa hari untuk mengalahkan pasukan romawi. Ribuan pasukan Romawi terbunuh dan ribuan pula dari Romawi yang disandera. 

Wafatnya Khalid bin Walid

Khalid bin Walid Wafat pada tahun 21 hijriyah, bertepatan pada tahun 642 masehi. Beliau wafat di Himso, salah satu kota di Suriah. Sebagian riwayat menyatakan bahwa beliau dikuburkan di Homs, Suriah. Sebagian riwayat lain menyatakan Khalid bin Walid dimakamkan di Madinah.

Khalid sangat ingin untuk diwafatkan oleh Allah dalam keadaan berperang di jalan Allah. Akan tetapi riwayat ada menyatakan bahwa beliau meninggal di atas kasurnya. Sedangkan jasadnya penuh dengan sayatan pedang, panah dan senjata lainnya.

Hal ini sebagai mana perkataan khalid ketika di atas kasurnya:

ما من بضعة في جسدي إلا وفيها ضربة سيف أو طعنة رمح وها أنا أموت على فراشي كما يموت البعير، فلا نامت أعين الجبناء، رحمة الله تعالى ورضي عنه.

Artinya:

Tidaklah sedikit pada bagian tubuhku kecuali ada sayatan pedang atau tusukan anak panah. Nah disini aku mati di atas kasurku sebagaimana onta mati. Maka tidaklah tidur para pengecut itu. Rahmat Allah dan ridho Allah bagi nya (khalid bin walid).

Itulah secuil kisah Khalid bin Walid yang perlu kita ketahui. Sebagaimana tujuan awal, semoga kisah ini dapat mengispirasi kita semua. Mulai dari pengorbanan, perjuangan dan sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim. 


Referensi kisah Khalid bin Walid ini dari berbagai sumber. Salah satunya kitab Siyar A’lamin Nubala karya Imam Adz-Dzahabi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: