Kuda Perang Bersejarah Terbaik di Dunia

  • 4 min read
  • Mar 02, 2020
kuda perang

Last Updated on March 2, 2020 by Zainudin Zidane

Di zaman ketika Rasulullah SAW masih hidup, jaman dulu. Sebagian besar para sahabat sangat bersemangat bila turun ke medan perang. Apalagi bila mereka mendapati bagian untuk mengendarai kuda kekar dan penuh semangat untuk berlari kencang.

Meski sebagian para pasukan berjalan kaki namun tak sedikitpun semangat mereka mengendur. Ada bagian masing-masing yang sudah diatur oleh komandan perang. Jadi mereka cukup “sami’naa wa atho’naa”.

Nah, di saat itu pula ada sedikit cerita dari Ali bin Abi Thalib yang berada diantara pasukan itu juga. Tidak seorang pun yang mau memegang dan menunggangi kuda lemah yang tak bisa lari kencang ini karena gizi dari kuda tak tercukupi.

Namun dibalik itu semua, Ali bin Abi Tholib bergegas menaiki kuda perang tersebut seraya menuturkan “Saya tidak perlu kuda yang berlari kencang karena saya tidak akan pernah berpikir untuk lari dari sebuah peperangan atau bahkan mengejar musuh yang sudah menyerah”.

Dari secuil cerita di atas bisa kita simpulkan bahwa kuda perang memang butuh tanga dan keahlian untuk bisa diajak kerja sama dalam perang. Namun di sisi lain keyakinan dan tekad juang harus ada dalam lubuk hati yang terdalam.

Mungkin hikmah yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah selalu pasrah diri terhadap Allah dan tetap semnagat dalam keadaan apapun. Kemudian, dalam menyikapi keadaan yang mendesak seperti itu bisa kita contoh.

Namun bilamana ada kuda yang terbaik untuk berperang sebaiknya kita gunakan yang terbaik pula agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal yaitu kemenagan. LAlu bagaimana cara membedakan kuda perang yang bagus atau layak dipakai dalam pertempuran?

Macam Jenis Kuda Perang

Pada banyak kisah menceritakan, bahwa ksatria perang banyak tercipta dari para pemimpin pengendara kuda. Bahkan kelihaian dalam berperang juga sangat terbantu oleh terlatihnya kuda dalam bergerak.

Maka dari itu di sini akan kami ulaskan jenis kuda perang yang tangguh hingga mudah dikendalikan ketika perang berkecambuk.

Sangat berbeda dengan kuda pedesaan yang sering plesiran tanpa adanya suara jeritan bahkan cucuran tinta tubuh ketika perang. Kuda perang biasanya disebut dengan kuda destrier (charger horse).

Kuda Ras Arab

Di kalangan peternak kuda mungkin sudah tak asing dengan kuda ras straight ini. Meski terbagi lagi menjadi banyak ras kecil seperti Egyptian, Arabian Poland, Kolonial Arabian, Yaman dan lainnya, tetapi mereka tetap satu indukan ras yang sama.

Dari zaman kerjaan terdahulu hingga kini kuda arab  sangat kondang, memiliki tubuh cantik, dan dapat berlari cepat. Stamina dan keuletan dalam kedisiplinan membuat kuda ini mudah dijinakan oleh pemiliknya.

Kuda keturunan bangsa Arab ini sekrang sudah bisa kita temui juga di penjuru dunia, namun dengan nama yang mungkin sudah tak lagi sama. Di Indonesia diberi nama “Astro Arab”, karena hasil persilangan kuda Australia dan Arab tulen. Dan terkadang juga dikawinkan dengan kuda lokal yaitu kuda Sumbawa.

Berbeda lagi di Pakistan, kuda-kuda yang mereka ternak seperti kuda biasa, namun sebenarnya rasnya mengikuti kuda arab namun dengan kombinasi kuda lain dalam pengembangannya.

Kuda peliharaan Arab badui ini sangat istimewa di kalangan para pecinta kuda. Tak heran pula bila harga kuda Arab juga melambung tinggi diantara yang lain.

Di Cairo, Mesir. Kuda Arab pernah diuji coba sejauh 145 kilometer melintasi 90 mil di tengah padang pasir yang panas dengan waktu melintas sekitar 8 jam saja. Sedangkan di Amerika pada tahun 1920an pernah dicoba untuk dipacu lari selama 5 hari yang bisa mencapai 480 kilmeter atau sekitar 300 mil.

Terbuktikan? Bagaimana ketangguhan kuda Arab? Yang mampu menarik pelana dan kereta kuda yang terbuat dari besi. Banyak diakukan oleh para Raja di kerjaan terdahulu.

Maka tak heran pula bila zaman dahulu Nabi Muhammad SAW juga menunggangi kuda untuk keperluan perang maupun hjrah.

Harga kuda perang jenis Arabian ini bisa dikatakan sangat mahal dan terbilang termahal di dunia. Bila ingin lebih lanjut mengenal kuda termahal, silahkan kunjungi horseasy.com.

Baca Juga: Mengenal Sosok Khalid bin Walid

Kuda Stallion Untuk Perang

 

kuda stallion

Kuda perang stallion biasa digunakan oleh bangsa Eropa untuk membentuk karakter kuda tangguh dalam berperang.

Kuda ini tercipta hasil ternak melalui perkawinan kuda stallion yang perkasa dengan persilangan kuda lain yang sifatnya kuda liar.

Hasil perkawinan dari kuda jenis Peranakan stallion bisa menghasilkan kuda perang putih ataupun hitam.

Sifatnya yang liar dan buas diharapkan menjadi gendering kekuatan tersendiri ketika di medan perang. Namun tak sampai disitu, kuda perang juga akan terlatih terus menerus di dalam peternakan agar bisa dikendalikan dengan mudah oleh siapapun yang mengendarainya.

Nah, dalam melatihnya juga ada banyak tahapan yang harus dilalui dalam seleksi kuda perang:

  1. Kuda harus liar tetapi patuh
  2. Kuda perang harus disiplin dan mudah dijinakan
  3. Tidak takut dengan suara keras (terompet, bunyi keras dan lainnya)
  4. Dapat berlari kencang
  5. Kuda harus memiliki kemampuan lompat tinggi
  6. Mau diberi pelana khusus kuda perang
  7. Kuda perang harus patuh ketika diberi seragam besi, jerami atau yang lainnya
  8. Tidak mudah panic dalam situasi darurat
  9. Mudah dilatih bermain game (permainan perang)

Nah, setelah 6 tahapan tersebut sudah dilalui, maka kuda akan masuk ke prosesi latihan harian lainnya, seperti melompat, berputar, merunduk dan lainnya. Layaknya para prajurit berlatih.

Setelah berlatih diharapkan para pelatih atau peternak membeikan asupan makanan kuda perang dengan makanan yang terbaik terlebih makanan kesukaan dari kura perang tersebut.

Kuda Perang Jenis Lain

kuda mustang

Sebenarnya kuda jenis lain seperti Mustang, Clydesdale, Paint, Haflinger, Appaloosa, Belgian dan lainnya juga bisa digunakan sebagai kuda perang. Namun harus melalui tahapan pelatihan agar bisa disiplin dan tidak stress ketika mendengar dan melihat sesuatu dalammedan perang.

Maka dari itu bila ingin menggunakan jenis kuda lain untuk medan peperangan  sebaiknya dilatih seperti tahapan kuda Staillon dan kuda Arab di atas tadi.

Lalu dimana bisa kuda perang? Apakah harus import? Tidak, di dalam negeri sudah banyak peternak hewan, kuda khsusunya yang sudah ahli dalam mempersilangkan Peranakan hingga menjadi kuda gagah dan mudah diatur seperti kuda perang pada umumnya.

Nah, untuk memudahkan anda dalam mencari. Cukup ketik kata” jual kuda perang” di google maka akan banyak muncul toko via online yang terdekat di daerah anda maupun yang paling bagus di Indoensia (yang mungkin agak jauh dari daerah anda).

Kuda Perang Malaikat Jibril yang Ceritanya Bersejarah

kuda perang

Ketika 5 kuda di atas adalah kuda zaman perang dunia, jenis kuda ini tercipta sebelum kuda-kuda tersebut ada.

Haizum yang sangat popular dalam sejarah islam. Nama kuda perang yang ditunggangi malaikat Jibril untuk membantu peperangan di kala Nabi Muhammad SAW di medan peperangan.

Di kisahkan dalam perang badar yang banyaknya bergelimpangan syahid para pejuang islam, jika sampai pasukan Nabi Muhammad SAW kalah pasti akan berhenti pula syiar islam. Karena perbandingan pasukan di saat itu 300 : 1000 (islam sangat sedikit).

Maka Rasulullah SAW pun berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemenangan dan bantuan. Maka tak lama berselang setelah berdoanya Nabi Muhammad. Dalam hitungan detik Allah SWT menurunkan pasukan para malaikat yang salah satunya adalah Jibril.

Nah, ketika itu pula para sahabat terkagum dengan adanya bantuan yang berwajah cerah dan tampan lagi gagah mengendarai kuda yang penuh gairah.

Para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah SAW. Siapakah yang tadi membantu kita dalam Perang Badar? Maka Rasulullah menjawab itu para malaikat, termausk di dalamnya malaikat Jibril dengan mengendarai Haizum kudanya.

Dalam berbagai kisah juga tak disebutkan jenis dan nama kuda perang Rasulullah. Hanya saja kuda yang digunakan beliau ﷺ sangat gagah dan perkasa.

 


Sumber kisah kami kutip dari: https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/19/02/16/pn02ih313-mengenal-haizum-kuda-perang-malaikat-jibril

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: