Pemuda Zaman Old vs Pemuda Zaman Now

Pemuda – Istilah kids zaman now santer digunakan diberbagai media saat ini. Istilah yang merupakan campuran anatara bahasa Indonesia dan inggris ini biasanya sering disebut untuk menggambarkan suatu keburukan, kejelekan, atau kekonyolan yang dilakukan pada anak-anak yang lahir pada masa-masa milenial.

“Lihat tuh, pelaku yang merampok taksi online kemarin ternyata masih SMA. Dasar kids zaman now”.

Menurut wikipedia, generasi milenial adalah orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Milenial dianggap generasi spesial karena sangat berbeda dengan generasi sebelumnya apalagi yang berkaitan dengan hal teknologi.

Jika kita melihat dunia sosial media, generasi milenial sangatlah mendominasi. Dengan perkembangan teknologi yang ada, generasi milenial dianggap banyak yang kurang peduli dengan keadaaan sosial disekitar mereka seperti dunia politik, ekonomi, dan lain sebagainya.

Kebanyakan dari mereka hanya hanya membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme.

Padahal, pemuda adalah kelompok masyarakat yang paling diharapkan untuk membangun peradaban dan melanjutkan perjuangan. Apa jadinya kalau pemuda yang diharap-harapkan menjadi penerus perjuangan malah tidak bisa diharapkan.

Di artikel saya kali ini, saya ingin membahas tentang pemuda pada saat zaman dulu dengan pemuda zaman sekarang. Zaman dulu disini saya berpatokan pada zaman Nabi Muhammad, dimana disebutkan salah satunya bahwa sebaik-baik umat adalah pada zamanku.

Jika umat terbaik adalah zaman Rasulullah, maka cerminan pemuda terbaik adalah pemuda zaman Rasulullah pula.

nu.or.id

Pemuda zaman old

Pada zaman Rasulullah hidup, banyak sekali pemuda-pemuda yang memiliki peran penting dalam perkembangan dakwah agama Islam. Mereka memiliki spesialisasi sendiri dalam masing-masing

Ada yang dermawan, ada yang mahir berperang, ada yang pintar memanah, ada yang ahli bahasa, dan lain sebagainya.

Beikut ini adalah beberapa pemuda pada zaman old yang semoga bisa menjadi inspirasi dan idola bagi kalian yang masa sekarang sedang dalam kondisi krisis keteladanan.

  1. Ali bin Abi Thalib

Ali adalah pemuda atau bahakan anak-anak pertama yang masuk Islam. Waktu itu umurnya sekitar 10 tahun.

Berawal dari rasa penasarannya ketika melihat Rasulullah berserta ibunda Khadijah rukuk dan sujud. Ia pun banyak bertanya kepada Rasulullah hingga akhirnya memeluk islam dengan tanpa keraguan sedikitpun.

Salah satu peran Ali kecil yang sangat terkenal adalah saat membantu hijrah Rasulullah ke kota Madinah tanpa rasa takut dan siap mempertaruhkan nyawanya. Karena perannya tersebut, Rasulullah dapat selamat hijrah ke Madinah dan Islam menjadi berkembang hingga kini.

  1. Al Arqam bin Abil Arqam

Al Arqam merupak orang ketujuh dari Assabiqunal Awwalun, golongan sahabat yang pertama masuk islam. Rumahnya berada di bukit shofa, yang merupakan basecamp dakwah Rasulullah pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Yang menarik dalam sosok Al Arqam adalah, beliau sama sekali tidak terkenal. Namanya jarang disebut dibandingkan sahabat-sahabat yang lain. Padahal Al Arqam adalah orang yang berada dalam ring satunya Nabi, dan bahkan rumahnya menjadi markas dakwah utama pada masa awal-awal islam.

Namun, berkat ketidak terkenalnya belaiu, menjadikan dakwah sembunyi-sembunyi Nabi Muhammad berjalan lancar, karena beliau dan juga rumah beliau tidak dicurigai sebagai tempat penyebaran Islam.

  1. Zubair bin Awwam

Zubair memeluk Islam saat berusia 15 tahun. Beliau merupakan keponakan ibunda Khadijah. Karena ayahnya adalah saudara laki-laki ibunda Khadijah. Masuk islamnya Zubair mengakibatkan keluarganya marah, hingga beliau pernah disiksa oleh pamannya sendiri.

Disuatu waktu, terdengar berita bahwa Rasulullah terbunuh. Zubair langsung menghunus pedang lalu berkeliling kota Makkah sambil mengecek berita kebenarannya.

Disuatu tempat, ia bertemu Rasulullah, Rasulullah lalu menanyakan maksudnya. Ia kemudian menceritakan semuanya. Maka, beliau berdoa agar Zubair selalu diberi kebaikan dan pedangnya selalu diberi kemenangan.

Karena hal inilah Zubair mendapatkan julukan sebagai orang yang pertama menghunuskan pedang untuk membela Islam.

  1. Sa’ad bin Abi Waqqash

Sa’ad merupakan paman Rasulullah. Wuhaib adalah nama kakeknya yang merupakan paman dari Aminah, ibunda Rasulullah. Sa’ad masuk islam ketika berusia 17 tahun.

Sebagaimana yang lainnya, keluarga menentang beliau atas keislamannya. Sa’ad adalah pemuda yang sangat patuh dengan ibunya. Mengetahui Sa’ad masuk islam, ibunya marah dan melakukan mogok makan.

Ibunya mengira bahwa Sa’ad akan luluh kalau ibunya lemah dan sakit. Namun Sa’ad lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya.

“Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!” tegas Sa’ad.

Sa’ad dikenal sebagai orang yang pertama melontarkan anak panah di jalan Allah.

  1. Muhammad Al Fatih

Muhamamd Al-Fatih sebenarnya bukanlah pemuda yang hidup pada zaman Nabi Muhammad. Namun nama beliau harum karena berhasil menaklukkan salah satu kota penting yang telah dijanjikan Rasulullah.

Nama asli beliau adalah Sultan Muhammad II. Beliau diberi gelar Al-Fatih (penakluk) karena berhasil menaklukkan Konstantinopel. Sejak kecil, belaiu sudah diberi keyakinan bahwa dialah orang yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai penakluk Konstantinopel.

Sebenarnya masih banyak lagi pemuda-pemuda zaman old yang memiliki peran dalam perkembangan Islam. Nama-nama diatas hanyalah sebagian kecil dari banyak pemuda-pemuda zaman old yang bisa kita jadikan inspirasi.

Akhir zaman, bukan zaman now

Sebenarnya, kata yang tepat bukanlah zaman now. Kita sekarang hidup pada zaman akhir. Rasulullah dahulu sudah mengabarkan tentang pembagian periode. Melalui hadits yang masyhur dijelaskan bahwa pembagian periode zaman sebagai berikut.

  1. An-Nubuwwah (kenabian)

Periode ini adalah periode ketika Nabi Muhammad hidup dan berakhir ketika Belaiu wafat.

  1. Khilafah ‘ala minhaji nubuwwah

Periode ini dimana umat islam dipimpin oleh khilafah dengan system kenabian dibawah kepemimpinan khulafaurrosyidin. Periode ini berakhir sejak wafatnya Ali bin Abi Thalib.

  1. Mulkan ‘Adhon

Periode ini adalah periode kekhalifahan dengan system kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1924.

  1. Mulkan Jabariyah

Periode ini merupakan kepemimpinan yang diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat Islam mengalami masa masa yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.

  1. Khilafah ‘ala minhaji nubuwwah

Sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

Kembali ke istilah zaman now, pada zaman ini banyak sekali tantangan dan cobaan yang harus dihadapi para orang terhadap perilaku anak-anaknya. Karena kemajuan teknologi anak-anak zaman now lebih dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang serba maju dan canggih.

http://rahmararity.blogspot.co.id

Menjadi generasi millenial yang bermanfaat

Menurut rumahmillenial.com, ada beberapa hal yang dilakukan agar menjadi generasi millenial yang bermanfaat. Yang utama adalah kita harus peka terhadap lingkungan sekitar. Kita tidak boleh apatis terhadap masalah politik, sosial, budaya, dan lain sebagainya.

Selain tidak boleh apatis terhadap sekitar, kita juga harus pandai memfilter informasi yang masuk ke telinga atau terbaca oleh kita. Tidak semua informasi itu benar atau penting untuk dishare di sosial media kita.

Dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari saling membantu sesama. Kebiasaan ini tidak boleh hilang sampai kapanpun. Ini yang harus ditanamkan khususnya kepada para generasi millenial.

Banyak dari generasi millenial yang memiliki pendidikan tinggi tetapi masih pengangguran, termasuk saya…hehe. Alasannya bermacam, mulai dari susah mencari kerja yang sesuai bidangnya, gaji yang dianggap kurang, maupun lainnya.

Mari kita buka mata, sekarang ini zamannya industri kreatif. Mari cari masalah yang ada di sekitar kita dan coba cari solusinya. Dengan begitu kita dapat membantu orang lain yang memiliki masalah sama dengan kita.

Memang berat, tapi mari kita coba.

uangteman.com

Saya pemuda zaman now

Saya sebagai pemuda zaman now sangat ingin sekali berkontribusi untuk masyarakat. Sebenarnya sebelum berkontribusi kepada masyarakat, lingkup terkecil yang akan kita bantu pertama kali adalah keluarga.

Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah, “Sebaik-baik sedekah adalah setelah kecukupan terpenuhi. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. (HR. Bukhori No. 1360 Juz 2 Halaman 218)

Namun, karena saya sangat merasa belum mampu untuk melakukan semua itu, saya berusaha untuk mengupgrade kompetensi yang saya miliki.

Menjadi santri sintesa

satriabajahitam.com

Saya sekarang berstatus sebagai santri pesantren sintesa. Pesantren ini fokus di bidang Qu’ran dan bisnis online. Kisah lengkap lika-liku sampai menjadi santri sintesa akan saya bahas di postingan yang lain disini.

Yang ingin saya share disini adalah sedikit tentang visi dan misi pesantren sintesa. Sintesa memiliki tagline “Hijaukan Generasi Indonesia”. Menurut beberapa sumber, hijau melambangkan kesejukan, alam, kesehatan, dan sebagainya.

Menurut saya, mungkin sang presiden sintesa, mas(tah) vatih ingin menjadikan sintesa ini sebagai penyejuk bagi para pemuda yang merupakan generasi dalam membangun Indonesia kedepannya.

Selain itu, tercantum sebuah misi sintesa sebagai program yang dirancang untuk “reboisasi” anak-anak muda Indonesia. Menurut KBBI, kata reboisasi berarti penanaman kembali tanaman atau hutan yang telah gundul.

Menurut saya juga, mungkin mas(tah) vatih ingin para lulusan sintesa sekan menjadi harapan dan jawaban akan permasalahan yang berupa “gundulnya”  akhlaq pemuda zaman now, gundulnya akan ilmu Al-Quran, dan juga gundulnya lapangan pekerjaan.

Di era industri kreatif seperti sekarang ini, kita dituntut untuk menjadi kreatif melihat suatu masalah untuk dijadikan sebagai peluang yang menghasilkan. Nantinya, diharapkan tidak hanya bisa membuka peluang untuk diri sendiri, namun bisa membuka peluang untuk masyarakat agar menjadi manfaat bagi sesama.

Sekian tulisan kali ini, semoga kita bisa menjadi generasi zaman now yang bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Negara. Mari bersama Hijaukan Generasi Indonesia. Stay on lamosea.com.

Leave a Reply

%d bloggers like this: