Pola Aliran Sungai dan Macam-Macamnya

Pola Aliran Sungai – Hai para pembaca lamosea. Selamat datang di artikel terbaru saya. Kali ini saya akan mengulas tentang berbagai macam pola aliran sungai. Sungai adalah sebuah aliran air yang memanjang dan mengalir. Sungai adalah salah satu tempat penampungan air dalam proses siklus hidrologi.

Sungai memiliki manfaat yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup makhluk. Selain sebagai salah satu sumber air minum, sungai juga bisa digunakan untuk irigasi pertanian, saluran pembuangan, bahkan dapat dijadikan sebagai objek pariwisata.

Nah, perlu kalian semua tahu, ternyata sungai memiliki berbagai macam pola. Berdasarkan pola aliran airnya, sungai dapat dibedakan menjadi bermacam-macam. Berikut ini akan dijelaskan 9 pola aliran sungai.

Pengertian Pola Aliran Sungai

Sungai yang mengalir akan membentuk suatu pola pengaliran air tertentu mulai dari saluran utamanya maupun cabang-cabang sungainya. Bentuk pola aliran sungai tersebut sangat ditentukan oleh faktor geologi, baik tekstur tanah, bebatuan, kontur tanah, tingkat kemiringan, dan lain sebagainya.

Nah, dari semua faktor-faktor tersebut maka terbentuklah berbagai macam pola aliran sungai.

Untuk melihat suatu pola aliran sungai diperlukan data indra jarak jauh seperti citra foto maupun citra non foto. Bahkan lebih nampak lagi jika menggunakan data berupa foto udara sehingga hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Macam-Macam Pola Aliran Sungai

Pola aliran sungai dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. Pola Aliran Dendritik

pola dendritik

gambar pola aliran sungai dendritik

Dendritik adalah pola aliran sungai yang anak-anak sungainya menyerupai bentuk pohon. Pola aliran ini berupa sungai induk dengan anak-anak sungainya.

  1. Pola Aliran Radial

pola aliran radial

gambar pola aliran sungai radial

Radial adalah pola aliran yang arahnya menyebar dari suatu lokasi tertentu. Ciri khas pola ini adalah di kerucut vulkan.

  1. Pola Aliran Sentripetal

pola aliran sentripetal

gambar pola aliran sungai sentripetal

Sentripetal adalah pola aliran sungai yang arahnya menuju ke satu lokasi tertentu. Pola aliran ini merupakan kebalikan dari aliran radial. Pola sentripetal merupakan cirri khas di daerah cekungan (danau).

  1. Pola Aliran Trellis

pola aliran trellis

gambar pola aliran sungai trellis

Trellis adalah pola aliran sungai yang antara sungai induk dan anak-anak sungainya membentuk sudut tegak lurus.Biasanya, contoh pola aliran ini terdapat pada daerah yang mempunyai struktur lipatan.

  1. Pola Aliran Paralel

 pola aliran paralel

gambar pola aliran sungai paralel

Paralel adalah pola yang hampir sejajar antara sungai yang satu dengan sungai yang lainnya.

  1. Pola Aliran Sink holes

Sink holes adalah pola aliran sungai di daerah kapur. Ciri khas pola ini adalah aliran sungai yang menghilang ke dalam tanah.

  1. Pola Aliran Dikotomik

Dikotomik adalah pola aliran yang terdapat dua sungai dengan arah aliran saling berlawanan.

  1. Pola Aliran Anastomik

Anastomik adalah pola aliran sungai yang berliku-liku.

  1. Pola Aliran Bided

Bided adalah pola aliran sungai yang di selang-seling oleh danau.

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu daerah yang semua aliran airnya masuk pada satu sungai tertentu dan penyaluran (pembuangan) airnya hanya melalui sungai tersebut.

Daerah aliran sungai berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan, derta penyalur air dan unsur hara dalam system sungai.

daerah aliran sungai

contoh daerah aliran sungai (id.wikipedia.org)

Corak dan karakteristik DAS

Corak dan karakteristik DAS dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. DAS berbentuk bulu burung

Daerah aliran sungai berbentuk bulu burung mempunyai debit air kecil karena aliran air dari anak-anak sungai yang masuk ke sungai induk tidak bersamaan. Namun jika terjadi banjir berlangsung agak lama.

  1. DAS berbentuk kipas atau lingkaran

Pola aliran daerah aliran sungai berbentuk kipas atau lingkaran adalah radial sentrifugal. Oleh karena itu DAS ini dikatakan juga berbentuk radial. DAS yang berbentuk demikian sering terjadi banjir besar di tempat pertemuan antara anak sungai dan sungai induknya.

  1. DAS Paralel

DAS berbentuk paralel terdapat dua sungai yang memiliki pola aliran paralel. Sungai yang aliran paralel tersebut menyatu pada bagian hilir. Pada pertemuan dua aliran tersebut sering terjadi banjir.

Manfaat DAS dan Pelestariannya

Setiap daerah aliran sungai merupakan tempat penampungan curah hujan. Apabila DAS terawat secara baik, sebagian besar air dari curah hujan meresap ke dalam tanah menjadi air tanah dan hanya sebagian kecil yang menjadi aliran air di permukaan tanah.

Sebaliknya, apabila DAS mengalami kerusakan, misalnya akibat banyak tanah gundul, hutan ditebangi, dan tidak direboisasi, curah hujan yang turun tidak akan banyak yang meresap ke dalam tanah. Kenyataan seperti ini yang sering mengakibatkan timbulnya banjir.

Daerah aliran sungai yang terawatt baik ditandai oleh aliran sungai yang stabil. PAda musim hujan dan musim kemarau, air sungainya jernih. Sebaliknya, air sungai yang keruh menunjukkan tingkat erosi yang tinggi di kawasdan DAS.

Makin tinggi curah hujan menimpa kawasan DAS yang gundul makin besar besar erosinya. Hal itu menyebabkan lapisan tanah permukaan akan terkikis dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah atau ke laut oleh aliran air.

Manfaat daerah aliran sungai antara lain sebagai berikut.

1. Cadangan air alami

2. Daerah pertanian

3. Pariwisata

Mengingat besarnya manfaat DAS bagi kehidupan manusia dan lingkungan, kelestarian DAS perlu dijaga. Cara melestarikan DAS antara lain sebagai berikut.

1. Larangan membuang limbah rumah tangga dan industry ke dalam daerah aliran sungai.

2. Penghijauan di sepanjang DAS, teruatama di daerah hulu sungai karena daerah hulu menjadi daerah penyangga air.

Leave a Reply

%d bloggers like this: