√ 3 Siklus Hidrologi dan Proses Terjadinya Beserta Gambar (LENGKAP)

Siklus Hidrologi – Selamat datang kembali sahabat lamosea. Kali ini penulis akan membahas tentang siklus hidrologi setelah sebelumnya membahas menganenai atmosfer beserta lapisan-lapisannya.

Air di bumi dapat berubah menjadi uap air. Siklus hidrologi memilik peran yang sangat penting karena dari proses tersebut proses daur air terjadi yang menjadikan air tidak pernah habis. Secara umum, proses daur air adalah air yang ada di bumi menuju atmosfer dan kembali ke bumi lagi secara terus menerus.

Uap air dari dari daratan dan lautan bergerak ke atas memasuki atmosfer. Setelah melalui beebrapa proses, uap air tersebut berubah menjadi awan. Kemudian awan jatuh ke bumi sebagai hujan atau salju. Titik-titik air hujan yang jatuh ke bumi sebagian meresap ke dalam tanah dan sisanya mengalir melalui sungai-sungai menuju ke laut.

Air yang jatuh ke bumi menguap kembali ke udara, berubah menajdi awan, dan seterusnya. Proses pengulangan proses tesebut dinamakan siklus air atau siklus hidrologi.

Dengan adanya siklus hidrologi, selain menjadi sumber air bumi, juga memberikan berbagai manfaat yang lainnya bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup. Manfaat yang lainnya adalah sebagai pengatur suhu lingkungan, keteraturan terjadinya hujan dan juga cuaca.

Baca juga: Lapisan Bumi Beserta Penjelasannya Lengkap Dengan Gambar

9 Tahapan Siklus Hidrologi

Berikut ini adalah pengertian 9 tahapan penting dalam siklus hidrologi.

1. Pengertian Evaporasi

Peristiwa perubahan air menjadi uap air disebut penguapan atau evaporasi. Evaporasi merupakan tahapan pertama dalam proses siklus hidrologi. Semua air yang ada di permukaan bumi seperti sunagi, sawah, waduk, danau, dan laut akan mengalami penguapan karena adanya paparan sinar matahari.

Air yang menguap dalam proses evaporasi merubah wujud air yang cair menjadi uap air yang berupa gas. Semakin panas sinar matahri yang menyinari permukaan bumi, seperti pada musim kemarau, akan mengakibatkan penguapan air ayng semakin besar pula.

2. Pengertian Transpirasi

Sebagaimana halnya evaporasi, transpirasi merupakan proses penguapan air. Namun air yang menguap adalah berasal dari makhluk hidup, baik tanaman maupun hewan.

Tahapan ini persis sebagaimana proses evaporasi. Bedanya adalah jumlah air yang menguap dari tanaman maupun hewan akan lebih sedikit dari pada yang terjadi pada proses evaporasi.

3. Pengertian Evapotranspirasi

Tahapan ini adalah gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi. Yaitu penguapan dari permukaan air bersama-sama dengan penguapan air yang  berasal dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya, sebidang sawah yang digenangi air terdapat tanaman padi. Oleh karena itu, dari sawah tersebut menjadi penguapan yang berasal dari permukaan air dan tumbuh-tumbuhan secara bersama-sama.

4. Pengertian Sublimasi

Tahapan yang satu ini adalah proses perubahan kristalkristal es yang berada di daerah kutub  atau di puncak gunung yang berubah menjadi uap air tanpa mengalami proses pencarian terlebih dahulu.

5. Pengertian Kondensasi

Kondensasi merupakan sebuah proses terjadinya perubahan uap air menjadi partikel-partikel es papda saat uap air tersebut mencapai ketinggian tertentu. Perubahan wujud yang demikian itu terjadi karena efek suhu udara yang sangat rendah. Partikel-partikel tersebut kemudian akan menyatu dan membentuk awan.

6. Pengertian Adveksi

Adveksi merupakan proses berpindahnya awan dari satu titik ke titik yang lainnya namun masih dalam satu garis horizontal. Proses berpindahnya awan tersebut dikarenakan perbedaan tekanan udara dan juga arus angin. Perpindahan yang terjadi pada saat awan sudah mulai membentuk awan hitam.

7. Pengertian Presipitasi

Tahapan presipitasi adalah proses mencairnya awan hitam yang terjadi karena pengaruh suhu udara yang tinggi. Tahap inilah merupakan proses terjadinya hujan, dimana semua partikel-partikel es yang kemudian membentuk awan hitam kembali mencair.

8. Pengertian Run Off

Run off merupakan proses pergerakan air dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah hasil dari proses presipitasi yang berwujud hujan. Air yang turun dari langit bergerak menuju berbagai saluran yang ada di permukaan bumi, seperti danau, got, sungai, sampai menuju ke laut lagi.

9. Pengertian Infiltrasi

Air hujan yang turun tidak semuanya mengalir dalam proses run off. Tahapan yang terakhir ini adalah proses masuknya air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah serta batu-batuan. Bergeraknya air ke dalam tanah sedikit-demi sedikit akan terakumulasi menjadi air tanah.

Pada tahap ini juga dapat membawa air menuju ke laut lagi meskipun pada prosesnya sangatlah lambat.

daur air

ilustrasi evaporasi, presipitasi, dan kondensasi (mikirbae.com)

Macam-Macam Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan panjang pendeknya proses siklus. Siklus-siklus tersebut adalah siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis siklus hidrologi.

  1. Siklus hidrologi pendek

Siklus hidrologi yang pertama akan saya bahas adalah siklus hidrologi pendek.  Siklus ini tidak mengalami proses yang namanya adveksi. Uap air yang yang menguap akan turun disekitar lautan saja.

Penjelasannya singkatnya adalah air laut mengalami proses evaporasi yaitu menguap ke udara. Kemudian uap air mengalami proses kondensasi sehingga tercipta awan. Awan tersebut kemudian berubah menjadi hujan di atas dan sekitar lautan.

Penguapan air laut – Konveksi – Kondensasi – Terbentuk awan di atas lautan – Hujan yang terjadi di lautan.

siklus pendek

ilustrasi siklus hidrologi pendek

 

  1. Siklus hidrologi sedang

Siklus hidrologi yang kedua adalah siklus sedang. Siklus jenis ini mengakibatkan hujan yang terjadi berada di atas daratan karena proses adveksi.

Secara rinci dapat dijelaskan bahwa air laut mengalami penguapan dalam proses evaporasi sehingga membentuk uap-uap air. Kemudian uap air tersebut terbawa oleh angin menuju daratan. Akhirnya uap air yang telah berubah menjadi awan turun sebagai hujan di atas daratan.

Penguapan air laut – Konveksi – Kondensasi – Terbawa angin – Kemudian hujan dan air huja tersebut mengalir kembali ke laut.

siklus sedang

ilustrasi siklus sedang

  1. Siklus hidrologi panjang

Siklus hidrologi yang terakhir adalah siklus panjang. Siklus ini biasanya terjadi di wilayah iklim sub tropis atau pegunungan. Disini, uap air yang berubah menjadi awan tidak langsung turun menjadi hujan, namun berupa butiran salju.

Penjelasan panjangnya air laut menguap karena proses evaporasi berubah menjadi awan yang didalamnya mengandung kristal es. Awan-awan tersebut kemudian mengalami presipitasi dan turun ke permukaan bumi dalam wujud salju.

Butiran-butiran salju inilah kemudian membentuk gletsyer. Ketika suhu udara berubah, gletsyer akan mencair dan terciptalah aliran air yang akan mengalir ke tempat-tempat yang rendah.

siklus panjang

ilustrasi siklus hidrologi panjang

Video Siklus Hidrologi

Berikut ini adalah video yang menjelaskan tentang ilustrasi proses terjadinya hujan. Selamat menonton.

Macam-Macam Air dan Persebarannya

Perairan darat adalah tubuh air yang ada di daratan. Macam-macam air yang termasuk perairan darat adalah air tanah, air rawa, air danau, dan air sungai.

1. Air Tanah

Air tanah adalah air yang terdapat atau tersimpan di dalam tanah. Air itu mengisi ruang antar butir tanah (pori-pori tanah) dan pada retakan-retakan batuan.

Makin besar kadar pori-pori batuan, makin besar jumlah air tanah yang dikandungnya. Hampir semua air tanah merupakan bagian dari siklus hidrologi. Hal itu berarti sebagian air air tanah berasal dari air di permukaan bumi dan air hujan.

Air tanah bergerak dangat lambat ke tempat yang lebih rendah melalui lapisan batuan. Lapisan batuan yang dapat dilalui dengan mudah oleh air tanah disebut dengan lapisan permeabel. Contoh lapisan permeabel adalah lapisan batuan yang terbetuk pasir dan kerikil.

Sebaliknya, lapisan batuan yang sulit atau tidak bisa dilalui oleh air tanah disebut lapisan kedap air atau lapisan impermeabel. Contohnya adalah batuan lempung atau batuan beku.

Namun ada sedikit air tanah yang tidak mengikuti siklus hidrologi, yaitu air connate (fossil) dan air magma (air vulkanis).

Dengan demikian, asal usul air tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga amcam, ayitu air hujan, air magmatik, dan air connate.

a. Air hujan, tetesan air hujan yang mencapai permukaan bumi, sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah.

b. Air Magmatik, merupakan air tanah yang berasal dari magma. Air tanah jenis yang satu ini juga disebut dengan air juvenil.

c. Air connate, merupakan air tanah yang tersekap atau terjebak dalam pori-pori batuan pada saat batuan itu terbentuk. Jenis air ini dapat berasal dari air tawar atau air laut dan bermineral tinggi.

2. Air Rawa

Rawa adalah tanah basah yang selalu digenangi air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari pada daerah sekitarnya.

Berdasarkan proses terbentuknya, rawa dibedakan menjadis sebagai berikut.

a. Rawa pantai

Rawa pantai berada di muara sungai. Air pada jenis rawa ini selalu mengalami pergantian karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

b. Rawa pinggiran

Rawa pinggiran sepanjang aliran sungai terjadi akibat sering meluapnya sungai tersebut. Pada saat sungai meluap air membawa mineral yang berbutiran pasir dan relatif kasar kemudian diedapkan di tepi bantaran sungai.

Pada saat banjir surut, butiran kasar tersebut tidak dapat terangkat lagi karena kesurutan air sungai tidak sederas ketika banjir.

c. Rawa Abadi

Rawa abadi merupakan  rawa yang airnya selalau menggenang atau terjebak dalam sebuah cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air hujan yang tertampung dalam rawa hanya dapat menguap tanpa  ada aliran yang berarti.

Di rawa ini hampir tidak ada organisme yang dapat hidup karena airnya sangat masam sehingga kurang berguna bagi kehidupan.

3. Air Danau

Danau adalah cekungan di daratan yang tereisi air. Air danau berasal dari sungai, hujan, gletsyer, dan mata air. Danau yang memiliki saluran pembuangan, airnya tawar, Sedangkan danau yang tidak memiliki salauran pembuangan airnya asin. Contohnya danau Laut Mati di Yordania.

Jenis Jenis Danau

danau toba

danau toba (pixabay.com)

Danau dapat dibedakan menjadi beberapa, yaitu.

Jenis danau berdasarkan proses pembuatannya

a. Danau alami adalah danau yang terbentuk secara alami. Misalnya Danau Toba (Sumatera), Danau Towuti (Sulawesi), dan Danau Sentani (Papua).

b. Danau buatan adalah danau yang dibuat oleh manusia. Danau buatan sering disebut sdengan waduk. Contohnya adalah waduk Kedungombo, waduk Saguling, waduk Karangkates, dan lain-lain.

Jenis danau menurut proses terjadinya

a. Danau tektonik adalah danau yang terbentuk karena tenaga tektonik atau tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan pergeseran kulit bumi. Contohnya adalah Danau Toba dan Danau Tondano.

b. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk karena letusan gunung api. Lokasi bekas letusan membentuk cekungan dan kemudian terisi oleh air. Contohnya adalah Danau Sarangan (Jawa Timur), Danau Kelimutu (Flores), dan Danau Batur (Bali).

c. Danau vulkano-tektonik adalah danau terbentuk karena proses vulkanik dan tektonik secara bersama-sama. Contohnya adalah danau Toba.

d. Danau Bendungan adalah danau yang terbentuk karena air yang terbendung, baik secara alami maupun oleh manusia. Danau yang terbentuk karena dibendung oleh manusia biasanya disebut waduk atau bendungan.

e. Danau Gletsyer adalah danau yang terbentuk karena es yang mencair. Pada saat gletsyer mencair dan meluncur ke bawah, gletsyer tersebut mengikis batuan yang dilalui sehingga terbentuklah cekungan. Jika cekungan itu terisi air maka terbentuklah danau.

f. Danau Karst adalah danau yang terbentuk karena pelapukan batuan kapur. Di daerah Karst (kapur), banyak dijumpai cekungan. Cekungan tersebut berasal dari pipa karst yang bertambah lebar karena pelapukan kimiawi.

4. Air Sungai

Air hujan yang turun menggenang di permukaan bumi dan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Aliran air itu melewati lekukan atau alur menuju laut. Alur air semacam itu dinamakan sungai.

Bagian sungai yang dekat dengan mata air disebut dengan bagian hulu. Sedangkan bagian sungai yang dekat muara suangai disebut dengan hilir.

Sungai ibarat sebuah pohon yaitu memiliki cabang-cabng yang lebih kecil dari pada pohon induknya. Cabang-cabang sungai tersebut disebut dengan anak sungai.

Pada dasarnya, air sungai berasal dari mata air di daerah pegunungan yang mengalir melelui dataran rendah dan bermuara ke laut. Namun ada juga yang bermuara ke danau. Khusus di daerah kapur, aliran sungai kadang-kadang ,menghilang karena aliran airnya masuk ke dalam tanah.

Leave a Reply

%d bloggers like this: